UAH: Hari Pahlawan Momentum Kenang Jasa Ulama dan Habaib untuk Kemerdekaan Indonesia
Muhajirin
Selasa, 09 November 2021 - 23:24 WIB
Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA (foto: YouTube/Adi Hidayat Official)
Dai kondang, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menilai Hari Pahlawan pada 10 November merupakan momentum tepat untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan. Terutama para ulama dan habib yang memiliki jasa sangat besar dalam kemerdekaan Indonesia.
Dia menegaskan, jasa para ulama dan habib di negeri ini tidak bisa dianggap remeh. Mereka mendidik jiwa dan raga masyarakat untuk melawan penjajahan di atas bumi nusantara. Mereka juga ikut berperang di garda terdepan melawan para penjajah, seperti Pangeran Diponegoro serta paling terkenal resolusi jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari.
“Tahukah anda? bahwa di antara sekian nikmat yang Allah anugerahkan kepada bangsa dan negara Indonesia ini adalah hadirnya generasi-generasi terbaik yang tersambung nasab mulianya kepada Rasulullah SAW,” kata UAH melalui kanal youtube Adi Hidayat Official, dikutip Selasa (9/11/2021).
Dia mencontohkan sosok Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi (Habib Ali Kwitang) yang mengusulkan waktu dan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dia mengusulkan teks proklamasi dibacakan pada Jumat pukul 10.00 pada 17 Agustus 1945.
UAH juga mengungkap sosok habib yang mengkreasikan lambang negara. Creator lambang negara itu adalah seorang zuriah Rasulullah SAW bernama Habib Sultan Hamid II atau Habib Sultan Hamid Al Qadri. Kini, nama Sultan Hamid II telah diabadikan sebagai nama Bandar terkenal di Kalimantan.
“Tahukah anda siapa yang menjadi bapak paskibra di Indonesia ini? siapakah yang menghadirkan himne tentang kemerdekaan Republik Indonesia, yang dikenal dengan 17 Agustus tahun 45 itu? yang diperdengarkan bahkan oleh anak-anak SD sampai dengan orang-orang dewasa,”tutur UAH.
Tokoh muslim bapak paskibra itu dan pencipta hymne 17 Agustus 45 itu adalah Habib Muhammad Husein Muthahar.
Dia menegaskan, jasa para ulama dan habib di negeri ini tidak bisa dianggap remeh. Mereka mendidik jiwa dan raga masyarakat untuk melawan penjajahan di atas bumi nusantara. Mereka juga ikut berperang di garda terdepan melawan para penjajah, seperti Pangeran Diponegoro serta paling terkenal resolusi jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari.
“Tahukah anda? bahwa di antara sekian nikmat yang Allah anugerahkan kepada bangsa dan negara Indonesia ini adalah hadirnya generasi-generasi terbaik yang tersambung nasab mulianya kepada Rasulullah SAW,” kata UAH melalui kanal youtube Adi Hidayat Official, dikutip Selasa (9/11/2021).
Dia mencontohkan sosok Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi (Habib Ali Kwitang) yang mengusulkan waktu dan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dia mengusulkan teks proklamasi dibacakan pada Jumat pukul 10.00 pada 17 Agustus 1945.
UAH juga mengungkap sosok habib yang mengkreasikan lambang negara. Creator lambang negara itu adalah seorang zuriah Rasulullah SAW bernama Habib Sultan Hamid II atau Habib Sultan Hamid Al Qadri. Kini, nama Sultan Hamid II telah diabadikan sebagai nama Bandar terkenal di Kalimantan.
“Tahukah anda siapa yang menjadi bapak paskibra di Indonesia ini? siapakah yang menghadirkan himne tentang kemerdekaan Republik Indonesia, yang dikenal dengan 17 Agustus tahun 45 itu? yang diperdengarkan bahkan oleh anak-anak SD sampai dengan orang-orang dewasa,”tutur UAH.
Tokoh muslim bapak paskibra itu dan pencipta hymne 17 Agustus 45 itu adalah Habib Muhammad Husein Muthahar.