Mayoritas publik hanya tahu Indonesia baru memiliki 7 Presiden. Padahal jika melihat fakta sejarah, ada 8 orang yang pernah menjadi Presiden Republik Indonesia. Sosok Syafruddin Prawiranegara adalah Presiden RI yang hampir dilupakan generasi bangsa saat ini.
Syekh Ibrahim Musa Parabek merupakan seorang ulama dan pembaharu dari sederetan ulama-ulama di Minangkabau. Tak hanya ahli di bidang ilmu fikih, namun dia tercatat sebagai pejuang perintis kemerdekaan Indonesia.
Bung Tomo sebagai salah satu pemegang komando menggerakkan Arek-arek Suroboyo dengan pidato yang menggelegar dipungkasi dengan pekik takbir. Berikut kesaksian salah satu pasukan Bung Tomo.
Salah satu modal para pendiri bangsa memperjuangkan kemerdekaan adalah intelektualitas dan literasi yang tinggi. Rata-rata, mereka merupakan pembaca buku yang aktif. Hal itu diungkapkan Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Suherman.
Salah satu veteran perang yang berjuang bersama Bung Tomo dalam pertempuran 10 November di Surabaya mengisahkan Bung Tomo pernah merampas ribuan senjata milik tentara Jepang dan mengangkutnya dengan becak. Senjata itu kemudian digunakan berjuang melawan Sekutu.
Setiap 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional untuk mengenang perjuangan Arek-arek Suroboyo menghalau penjajah yang dikomandoi Bung Tomo. Putra Bung Tomo, HM Bambang Soelistomo, menceritakan awal mula Bung Tomo mengomandoi pertempuran di Surabaya melawan tentara Sekutu
Pemerintah Indonesia akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional KH Ahmad Sanusi dari Jawa Barat. Beliau merupakan salah satu anggota BPUPKI yang belum mendapat gelar pahlawan nasional. Tak hanya itu, beliau merupakan muhaddits atau Ulama Hadits besar keturunan Sunan Giri.
Google turut mengenang pahlawan muslimah asal Indonesia, Rasuna Said. Tanggal 14 September merupakan hari ulang tahun ke-112 tokoh pergerakan tersebut.
Ia berharap agar anak-anak muda yang terjun ke dunia politik membawa niat ikhlas, bersih, dan jujur agar politik di Indonesia bersih dan semakin membaik yang berdampak positif bagi seluruh warga Indonesia.
Alissa menilai bahwa generasi muda Indonesia perlu memperhatikan isu-isu kebangsaan yang sedang berkembang. Ini guna menumbuhkan kemampuan untuk memahami Indonesia secara menyeluruh.
Menurut UBN, anak-anak bangsa saat ini bisa bernafas lega tak lepas dari perjuangan para pahlawan. Para pahlawan yang tak pernah mengenal lelah, mereka rela mengorbankan harta bahkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.
Perjuangan melawan kolonialisme memang didominasi ulama dan umat Islam. Namun, di antara deretan ulama pejuang itu, terdapat nama-nama pejuang yang merupakan non-muslim. Lalu bagaimana cara mendoakan mereka? begini penjelasan Prof.Dr. KH. Ahmad Zahro.