Belanda melakukan segala upaya untuk memecah belah dan mengadu domba umat Islam di Indonesia. Beruntung umat Islam memiliki jejaring sosial, intelektual dan spiritual yang kuat yakni mata rantai sanad ulama Nusantara.
Sejarawan Muslim, Dr. Tiar Anwar Bachtiar menjelaskan, ada dua motif tokoh nasional pada abad ke-19 melawan kolonialisme, yakni motif ketidakadilan dan perintah agama.
Sejarawan Muslim, Dr. Tiar Anwar Bachtiar, menjelaskan, konsep negara bangsa dan bagaimana nasionalisme Indonesia muncul yang diawali dari perlawanan terhadap kolonial.
Salah satu yang melegenda dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Surabaya adalah pekik takbir dari Bung Tomo. Takbir ini membangkitkan semangat juang arek Suroboyo melawan penjajah.
Ki Bagus Hadikusumo adalah seorang pahlawan nasional yang punya peran besar bagi bangsa Indonesia. Ia adalah Ulama Muhammadiyah yang memiliki andil besar dalam penyusunan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz, meminta para santri di seluruh Indonesia menyiapkan diri menuju kejayaan Indonesia yang direncanakan terwujud di usia 100 tahun Indonesia merdeka yakni pada 2045.
Pakar Sejarah Islam, Ustadz Budi Ashari, menegaskan, para ulama memerdekakan bangsa Indonesia dari tangan penjajah dengan ilmu dan syariat Islam. Umat Islam terlebih para ulama, memiliki andil besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan.
Tak sedikit tokoh Muhammadiyah yang tumbuh dalam tradisi Islam tradisional atau Nahdliyin. Salah satunya adalah KH Mas Mansyur, tokoh Muhammadiyah di masa kemerdekaan yang merupakan pahlawan nasional.
Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari punya andil sangat besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang masih amat rapuh ketika itu. Salah satunya adalah dengan memberikan fatwa resolusi jihad untuk membela tanah air.
Perlawanan ulama dan santri terhadap penjajah sudah berlangsung berabad-abad, namun semakin mengkristal pasca Perang Dunia I. Di antaranya melalui pengorganisiran ide kemerdekaan, keislaman dan kebangsaan.
Pangeran Diponegoro dikenal sebagai tokoh sentral yang melawan Belanda dalam perang Jawa. Namun banyak yang tahu jika beliau merupakan sosok ulama yang menjadi guru para bangsawan.
Rais Aam Aliyah Jamiyah Ahlut Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman), Habib Muhammad Luthfi bin Hasyim bin Yahya, menegaskan, generasi muda saat ini harus mencontoh perjuangan para pahlawan dalam membangun bangsa.
Presiden Pertama RI Ir Soekarno dikenal sebagai tokoh nasionalis, tak banyak yang tahu bahwa ia ternyata juga seorang santri. Bahkan inspirasi penyusunan Pancasila bersumber dari para Ulama Guru Soekarno.