Penulis buku Utang Republik pada Islam menyebut, jika ditarik jauh ke belakang, tidak ada umat Islam menarik garis pemisah dengan Indonesia. Belum ada republik, tokoh-tokoh islam sudah mendukung perjuangan kemerdekaan.
Bisa dibilang, negeri ini merdeka dari pengorbanan darah, keringat, dan air mata mereka. Para pahlawan merupakan tokoh besar umat Islam di negeri ini, yang memiliki jasa dan peran penting dalam kemerdekaan.
Rektor Institut Agama Islam al-Falah Assunniyyah (INAIFAS) Kencong Jember, Rijal Mumazziq Z, menceritakan pertempuran para santri dan pemuda-pemuda Surabaya pada 10 November 1945.
Dai kondang, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menilai Hari Pahlawan pada 10 November merupakan momentum tepat untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan. Terutama para ulama dan habib yang memiliki jasa sangat besar dalam kemerdekaan Indonesia.
Nahdlatul Ulama memiliki banyak pahlawan nasional, salah satunya adalah KH Abdul Wahid Hasyim. Beliau dikenal sebagai seorang negarawan sekaligus ulama muda yang cerdas.
Soekarno lalu mengutus Kasman untuk membujuk Ki Bagus sebagai tokoh kunci Piagam Jakarta. Demi persatuan, frasa Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya diganti menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Belakangan Kasman menyesali hal itu.
Hari ini, Senin (8/11/2021), nama Roehana Koeddoes ramai menjadi perbincangan publik. Gambar ilustrasi jurnalis muslimah pertama di Indonesia itu terpampang sebagai Google Doodle. Siapakah dia? berikut profilnya.
AR Baswedan memiliki jasa sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beliau dikenal sebagai nasionalis dan mubaligh yang meyakinkan Mesir untuk mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto.
Nama Ki Hajar Dewantara tak asing bagi masyarakat Indonesia. Beliau dijuluki bapak pendidikan Indonesia. Namun tak banyak yang tahu jika beliau dahulu adalah seorang santri dan telah berhasil menghafal 30 juz Al-Quran. Berikut kisahnya.
Prof. Dr. Haji Muhammad Rasjidi merupakan salah satu dari sekian tokoh Muhammadiyah yang memiliki jasa besar terhadap Republik Indonesia. Tak berlebihan jika beliau diangkat menjadi Menteri Agama pertama di Indonesia.
Masyarakat mengenal KH Hasyim Asyari sebagai pimpinan pertama Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Namun ternyata KH Hasyim Asyari bukan satu-satunya pimpinan NU di masa awal berdirinya.
Mohammad Roem adalah salah satu diplomat di awal masa kemerdekaan yang punya banyak andil dalam menjaga kedaulatan negara baru bernama Republik Indonesia. Namun sayang perannya banyak terlupakan, ia sempat dipenjara di masa Soekarno dan hak politiknya ditahan oleh Soeharto.