LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, termaktub frasa “atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa”. Kalimat itu memiliki beberapa makna. Di antaranya, bangsa Indonesia dalam menggapai kemerdekaan tidak terlepas dari pertolongan Allah Ta’ala.
Kedua, rahmat dan pertolongan Allah tidak bisa dilepaskan dari peran orang-orang yang dekat dengan-Nya dan berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari segala bentuk penjajahan. Doktrin melawan segala bentuk penjajahan itu diwujudkan dengan perlawanan para kiai dan santri untuk mengusir penjajah dari negeri ini.
Hal tersebut disampaikan penulis buku Utang Republik pada Islam, Lukman Hakiem. Kendati begitu, bukan berarti menihilkan peran kelompok agama-agama lain. Namun, fakta sejarah tidak bisa dipungkiri, para kiai dan ulama memiliki saham terbesar dalam perjuangan kemerdekaan dan mempertahankan negeri ini.
“Umat Islam menjadi tulang punggung RI, saya ingin mengingatkan semua pihak, baik umat Islam dan nonmuslim,” kata Lukman Hakim dalam webinar Utang Republik untuk Islam melalui kanal youtube Pustaka Al-Kautsar, dikutip Rabu (10/11/2021).
Bisa dibilang, negeri ini merdeka dari pengorbanan darah, keringat, dan air mata mereka. Para pahlawan merupakan tokoh besar umat Islam di negeri ini, yang memiliki jasa dan peran penting dalam kemerdekaan. Misalnya Haji Omar Said Tjokroaminoto, Haji Agus Salim, KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahid Hasyim, Mohammad Natsir, Abdul Kahar Mudzakkir, Ki Bagus Hadikusumo, Mohammad Roem, dan lain-lain. Nama-nama mereka tercatat dengan tinta emas dalam lembaran sejarah perjuangan negeri ini.
Di berbagai daerah di nusantara juga berdiri ormas-ormas yang selalu berada di garda terdepan melawan penjajah. Selain NU dan Muhammadiyah, di Jawa Barat ada Persatuan Umat Islam (PUI), di Banten ada Mathla'ul Anwar, di Sumatera Barat ada Jamiatul Washliyah, di Sumatera Barat dan sebagian Aceh ada Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), di Nusa Tenggara Barat ada Nahdlatul Wathan, dan di Sulawesi ada Al-Khayrat.
“Saya ingin mengingatkan semua komponen bangsa bahwa bangsa ini tidak ujug-ujug berdiri. Ada peranan seluruh komponen bangsa, kalau judulnya Utang Republik Indonesia kepada Umat Islam, karena memang faktanya umat Islam bagian terbesar dari bangsa ini. Sudah pasti, umat Islam menjadi penyumbang terbesar bagi eksistensi republik ini,” kata Lukman Hakim.
(jqf)