LANGIT7.ID, Jakarta -
Pendidikan Islam harus fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, selain iman dan takwa. Menurut Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, sejarah mengungkapkan bahwa ketertinggalan Islam dalam bidang sains dan teknologi terjadi karena kecelakaan sejarah pada masa lampau.
Dalam abad kesepuluh dan sebelas, dunia Islam dikuasai oleh kalangan Syiah. Namun, Dinasti Buwaihiyah yang bersekte Syiah hanya mengendalikan istana Kekhialifahan Abbasiyah sebagai simbol legitimasi politik. Sementara itu, tampuk kekuasaan yang sesungguhnya dipegang oleh para amir di bawah Dinasti Buwaihi.
Di luar istana Abbasiyah, Dinasti Fatimiyah mendirikan kekuatan mereka dengan menguasai sebagian besar kawasan Afrika Utara, bahkan sempat menempati tanah Haram di Madinah. Namun, tujuan mereka selanjutnya adalah menguasai Baghdad, pusat kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Berkali-kali mereka melakukan propaganda, baik dengan aksi teror maupun debat terbuka.
Baca Juga: Pesantren Jadi Unggul sebab Padukan Iman, Ilmu, dan AmalSetelah 110 tahun Kekhilafahan Abbasiyah dikendalikan Dinasti Buwaihiyah dan berada di bawah bayang-bayang Dinasti Fatimiyah, pergerakan mereka secara politik perlahan mulai meredup. Namun, Dinasti Saljuk dari Turki kemudian mengambil kesempatan untuk menguasai Baghdad dan meneguhkan kembali dominasi Sunni di seluruh wilayah Kekhalifahan Abbasiyah.
Dalam upaya menghapus paham Syiah di lingkungan Abbasiyah, Dinasti Saljuk mendirikan lembaga pendidikan di berbagai kota besar Abbasiyah, termasuk Baghdad, Nishapur, Isfahan, Mosul, dan Basrah dengan nama Madrasah Nizhamiyah.
Sayangnya, Madrasah Nizhamiyah tidak dirancang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan umum. Lembaga pendidikan itu bercorak Sunni dan diarahkan untuk menentang ajaran Syiah. Porsi pembelajaran ilmu agama lebih besar daripada kajian ilmu-ilmu umum.
Baca Juga: Unida Gontor Jalin Kerja Sama Akademik dengan Muslim College London“Kecelakaan sejarahnya ialah madrasah-madrasah itu tidak mengajarkan ilmu pengetahuan umum. Akhirnya kata Imam Al Ghazali, cari dokter yang muslim aja susah. Oleh karena itu, apa yang disebutkan dalam Risalah Islam Berkemajuan adalah kita perlu mengejar ilmu pengetahuan,” ujar Syamsul Anwar di laman resmi Muhammadiyah, Senin (27/3/2023)
(jqf)