LANGIT7.ID, Jakarta - Ustadz Suharto, pengajar dari
Pondok Modern Darussalam Gontor, mengutrakan salah satu keunggulan pondok pesantren, yaitu integratif antara teori dengan praktik.
“Pendidikan pesantren terkenal dengan pendidikan integratif yang artinya terpadu merupakan satu kesatuan yang dipadukan adalah antara iman, ilmu, dan juga amal,” kata Suharto dalam tausiahnya di Gontor TV, Senin (13/3/2023).
Pendidikan pondok pesantren tidak memisahkan antara iman, ilmu, dan amal. Dalam pendidikan yang dilakukan di pesantren, ditanamkan agar ilmu dipraktikkan atau diamalkan. Hal ini menilik pepatah ilmu setinggi apapun tidak akan bermanfaat jika tidak diamalkan. Jika diamalkan, maka akan menjadi ilmu yang berkah.
Baca Juga: Untung Ada Pesantren, Benteng Moral Anak BangsaTak hanya integrasi pendidikan, para santri juga ditanamkan antara akidah syariah dan ahlak akidah (keimanan) sebagai inti. Di samping itu, syariah juga menjadi implementasi ahlak yang buahnya menjadi satu kesatuan.
“Di samping itu juga ditanamkan sebuah kesatuan, pendidikan di pesantren itu berupa iman, Islam, dan ihsan. Iman keyakinan Islam adalah bentuk ketundukan dan ketaatan. Ihsan adalah bentuk kualitas kita dalam beribadah. Beramal saleh itu semuanya ditanamkan di pondok pesantren,” ungkap Suharto.
Menurut Suharto, model pendidikan seperti sulit didapatkan di lembaga pendidikan lain. Pendidikan pesantren merupakan sistem pendidikan yang tak bernilai harganya. Maka itu, dia mengajak seluruh masyarakat bersyukur akan keberadaan pesantren.
Baca Juga: Waspadai 2 Masalah Psikologis Santri di Pondok Pesantren“Untung ada pesantren, kemudian kalau kita melihat pendidikan pesantren itu juga komprehensif, yang artinya menyeluruh dan mencakup. Di sana ada pendidikan jasmani, yang artinya mengutamakan santri untuk mempunyai badan yang sehat,” ungkap Suharto.
Kemudian, juga ada pendidikan yang mencerdaskan dengan berbagai macam wawasan ilmu pengetahuan. Ada pula pendidikan berupa
tazkiyatun nufus, sehingga membuat santri bisa menata hati agar mencapai level ihsan.
“Maka, bagaimana kita tidak bersyukur, karena pendidikannya seperti ini komprehensif,” ujar Suharto.
Baca Juga: BUM-Pes Penanda Pesantren Tak Hanya Berperan sebagai TafakufiddinSuharto menjelaskan, masih banyak lagi nilai-nilai yang diajarkan di pondok pesantren. Nilai nilai itulah, menurut dia, yang membuat Allah menjaga pondok pesantren tetap eksis hingga saat ini karena pesantren mengajarkan pendidikan yang bernilai abadi.
“Pesantren itu menghidupkan Al Qur’an yang dijamin oleh Allah akan dijaga hingga hari kiamat, maka selama pesantren itu menanamkan, mengajarkan, memelihara, menjaga Al Qur’an, Insya Allah Pesantren juga akan dijaga oleh Allah,” ujar Suharto.
(jqf)