LANGIT7.ID, Jakarta - Pendidikan Pondok
Pesantren sudah ada sejak zaman wali songo serta telah terbukti memberikan jasa yang besar bagi umat dan bangsa. Sejak zaman dulu pesantren telah menjadi benteng akhlak dan akidah, maka sudah seharusnya masyarakat Indonesia bersyukur dengan keberadaan pondok pesantren.
Guru Senior Pondok Moderen Darussalam Gontor, Ustadz Ahmad Suharto, menegaskan, orang yang tidak mensyukuri keberadaan pesantren berarti tidak mengetahui hakikat nikmat yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia.
“Dengan adanya pendidikan Pesantren, bersyukur Alhamdulillah, untung ada pesantren banyak,” kata Ustadz Ahmad Suharto di Gontor TV, Kamis (2/3/2023).
Baca Juga: Waspadai 2 Masalah Psikologis Santri di Pondok PesantrenMenurut Suharto, masih banyak orang yang mata hatinya tertutup terhadap keutamaan dan kelebihan sistem pendidikan pesantren. Hal itu menyebabkan mereka kurang mengapresiasi pesantren.
Berbeda dengan orang yang memahami nilai-nilai keunggulan jasa-jasa yang dimiliki pesantren. Mereka akan bersyukur akan keberadaan pondok pesantren yang sudah teruji oleh zaman dalam memberikan jasa-jasa yang besar bagi umat dan bangsa.
“Sejak zaman dahulu pondok pesantren menjadi benteng pertahanan akidah dan moral, sehingga para wali dengan berbasis di pondok-pondok pesantren menyebarkan Islam dan sekarang menjadi agama yang dianut oleh mayoritas,” ujar Suharto.
Baca Juga: BUM-Pes Penanda Pesantren Tak Hanya Berperan sebagai TafakufiddinUmat Islam dari pesantren juga ditanamkan nilai-nilai yang luhur, sehingga lahir para patriot pejuang kemerdekaan. Hal itu terlihat sejak awal-awal datangnya Portugis yang diusir oleh para santri dari kerajaan Demak.
“Terutama Pati Unus, demikian pula lahir Pangeran Diponegoro Imam Bonjol dan lain sebagainya adalah tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, dan mereka adalah para santri didikan pondok pesantren,” ungkap Suharto.
Selain itu, menurut Suharto, masyarakat Indonesia patut bersyukur bahwa pondok pesantren mempunyai keunggulan-keunggulan dalam pendidikan. Salah satunya, pondok pesantren yang menanamkan nilai-nilai luhur atau
value kepada para santri.
Baca Juga: Alasan Psikologis Santri Kerap Kabur dari Pondok Pesantren“Nilai-nilai luhur atau
value kepada para santrinya yang kelak akan dijadikan sebagai modal kehidupan bermasyarakat,” ucap Suharto.
Salah satunya, nilai-nilai pokok tersebut adalah keikhlasan untuk beribadah beramal saleh. Santri juga ditanamkan kesederhanaan, sehingga bisa menghadapi hidup dengan wajar. Selain itu, tidak ada dalam kamus santri hidup berlebih-lebihan.
“Dalam pendidikan yang dilakukan di pondok pesantren nilai-nilai kesederhanaan ini sesuatu yang luar biasa untuk membangun mentalitas yang bisa bertahan, senantiasa bangkit menghadapi tantangan apapun,” ujar Suharto.
Baca Juga: Ponpes Al-Amien Prenduan, Pesantren Modern Terbesar di MaduraDalam diri santri ditanamkan pula jiwa kemandirian. Dengan jiwa kemandirian santri akan merdeka ditanamkan pula jiwa ukhuwah Islamiyah. Dalam pendidikan pesantren juga ditanamkan jiwa kebebasan. Artinya, kemerdekaan hanya tunduk patuh taat kepada Allah.
“Sementara, mereka merdeka dari intimidasi dan dominasi makhluk ataupun manusia. Mereka punya prinsip di atas hanya Allah di bawah hanya tanah kita, tidak menginjak atau merendahkan orang lain,” ungkap Suharto.
(jqf)