Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 13 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

AR Baswedan, Mubaligh Keturunan Arab Yakinkan Mesir Akui Kemerdekaan Indonesia

Muhajirin Jum'at, 05 November 2021 - 11:11 WIB
AR Baswedan, Mubaligh Keturunan Arab Yakinkan Mesir Akui Kemerdekaan Indonesia
AR Baswedan (kedua dari kiri) bersama Agus Salim dan diplomat Indonesia di masa kemerdekaan (foto: arbaswedan.id)
LANGIT7.ID - Abdurrahman Baswedan atau AR Baswedan memiliki jasa sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beliau dikenal sebagai nasionalis dan mubaligh yang meyakinkan Mesir untuk mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto.

Atas jasa-jasanya itu, Presiden Joko Widodo menetapkan AR Baswedan sebagai Pahlawan Nasional pada November 2018. Keputusan tersebut tertulis dalam Keputusan Presiden Nomor 123/TK/2018, dengan pedoman Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini merupakan keturunan Arab. AR Baswedan menggalang para pemuda keturunan Arab untuk mengikrarkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab di Semarang setelah mendirikan Persatoean Arab Indonesia (PAI). Tindakannya ini terinspirasi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Mengutip laman arbaswedan.id, pada masa revolusi, AR Baswedan menyiapkan gerakan pemuda keturunan Arab untuk berperang melawan Belanda. Pemuda-pemuda keturunan Arab yang terpilih dilatih dengan semi militer di barak-barak. Para pemuda itu dipersiapkan secara fisik untuk bertempur.

Pada 1942, beliau pernah ditahan pada masa pendudukan Jepang. Menjelang Indonesia merdeka, ia menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Bersama para pendiri bangsa lainnya terlibat aktif menyusun UUD 1945.

Pada 1948, ketika Indonesia merdeka, ia pernah mengembang misi diplomatik ke Mesir untuk mendapatkan pengakuan de jure dan de facto atas kemerdekaan Indonesia. Berkat jasanya, Mesir menjadi negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Namun perjuangan beliau tak sampai di situ. Saat perjalanan pulang ke Tanah Air, ia mengorbankan keselamatan nyawanya saat membawa dokumen pengakuan kemerdekaan dari Mesir. Ia memperoleh gangguan dan hambatan yang tidak sedikit.

Namun berkat keahliannya, ia pun menaruh dokumen itu di kaos kaki. Dokumen penting itu pun selamat dan Indonesia berhasil mendapat pengakuan penuh sebagai negara merdeka, secara de facto dan de jure.

Mengutip buku profil penerima gelar Pahlawan Nasional dari Kementerian Sosial, AR Baswedan lahir di Surabaya pada 9 September 1908. Beliau tumbuh dewasa menjadi seorang nasionalis dan muballigh serta pejuang kemerdekaan. Selain itu, ia juga dikenali sebagai seorang penulis, penyair, sastrawan, dan politisi.

Pada masa kemerdekaan, AR Baswedan sempat masuk dalam kabinet sebagai Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir. Ia pernah menjadi bagian dari Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), Anggota Parlemen, dan Anggota Dewan Konstituante.

Pada 1896, kondisi kesehatan A Baswedan menurun. Ia pun meninggal pada 16 Maret 1986. Jenazahnya disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir.

Selain dianugerahi Pahlawan Nasional, beliau mendapat penghargaan lain seperti:

1. Negara pada 1970 mengaku AR Baswedan sebagai salah seorang Perintis Kemerdekaan.

2. Pada 9 November 1992, negara mengakui dan menghargai kontribusi besar AR Baswedan yang turut menyusun UUD 1945 dalam BPUPKI. Karena itu, negara menganugerahkan Bintang Mahaputra Utama kepada AR Baswedan dan 44 anggota BPUPKI lainnya.

3. Pada Juli 1995 Duta Mesir untuk Indonesia, Sayed K El Masry, memberikan penghargaan kepada AR Baswedan berupa piagam dari bahan papirus, yang berisikan naskah Perjanjian Persahabatan RI-Kerajaan Mesir pada 10 Juni 1947 dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Arab.

4. Pada 23 Desember 1995, Aljazair memberikan medali kepada AR Baswedan atas pertemanannya dengan para tokoh Aljazair dan memberikan bantuan moril atas peristiwa Revolusi Aljazair 1 November 1954.

5. Pada 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menganugerahi AR Baswedan Bintang Mahaputra Adipradana pada 10 Agustus 2013.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 13 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:52
Ashar
15:13
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)