Pakar Sejarah Islam, Dr Tiar Anwar Bachtiar, mengatakan, pesantren menjadi basis pergerakan masyarakat melawan penjajah. Dan ulama menjadi tumpuan dalam perjuangan merebut kemerdekaan.
Sejarawan dari Persatuan Islam (Persis), Dr. Tiar Anwar Bachtiar, nasionalisme yang berkembang di Indonesia sangat berbeda dengan nasionalisme ala Barat. Inti nasionalisme Indonesia adalah gerakan jihad yang digerakkan para ulama dari kalangan pesantren.
Umat Islam terlebih kalangan santri memiliki andil yang besar dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Pesantren pun jadi basis konsolidasi massa melawan penjajah. Menurut sejarawan muslim, Tiar Anwar Bachtiar, hal itu terjadi karena kerajaan-kerajaan banyak dikooptasi penjajah.
Seiring perkembangan waktu, musala akhirnya diubah menjadi sebuah masjid. Namun masjid tersebut harus berpindah tempat dikarenakan suatu perusahaan ingin mendirikan gedung tepat di daerah lokasi masjid.
Ada banyak film yang telah diproduksi tentang kemerdekaan Indonesia. Film itu cocok ditonton untuk memperingati HUT RI ke-77 pada 17 Agustus 2022 mendatang. Selain menceritakan perjuangan, film itu juga mengangkat peran para ulama dan umat Islam dalam kemerdekaan Indonesia.
Ulama memiliki jasa besar terhadap kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Itu fakta sejarah yang tidak bisa dibantah. Mulai dari sebelum kemerdekaan hingga detik-detik proklamasi, ada peran umat Islam di sana.
4 Agustus merupakan tanggal wafatnya ulama kharismatik asal Situbondo Jawa Timur, KH Raden Asad Syamsul Arifin. Beliau wafat di usia yang amat senja, yakni pada 4 Agustus 1990 di Situbondo pada usia 93 tahun. Selain Kiai besar, Kiai Asad juga merupakan pahlawan nasional.
Sejarawan Muslim Dr Tiar Anwar Bachtiar mengungkapkan bahwa ibadah haji di masa lalu membuat jemaah haji bisa belajar Islam lebih instens. Saat pulang ke Tanah Air, mereka membawa semangat perjuangan melawan penjajah.
Jati diri sebenarnya dari sosok pahlawan asal Maluku Kapitan Pattimura masih menyisakan pertanyaan. Mulai dari nama asli, agama hingga latar belakangnya. Berikut pendapat Ustadz Adi Hidayat hingga sejarawan muslim Ahmad Mansur Suryanegara.
Di balik pekikan takbir Bung Tomo dalam peristiwa 10 November 1945. Kala itu, ada seorang dokter beragama Kristen yang ikut bergerak melawan tentara sekutu karena mendengar teriakan takbir Bung Tomo.
Lafran Pane adalah kader Muhammadiyah pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Namanya harum di kalangan HMI. Kesederhanaannya luar biasa, bahkan sampai tidak memiliki rumah sendiri.