Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home sosok muslim detail berita
Kisah Pahlawan Nasional

Kekuatan Takbir Bung Tomo, Gerakkan Hati Non Muslim Berjuang Lawan Belanda

Muhajirin Kamis, 11 November 2021 - 21:40 WIB
Kekuatan Takbir Bung Tomo, Gerakkan Hati Non Muslim Berjuang Lawan Belanda
Orasi Bung Tomo (foto: istimewa)
LANGIT7.ID - Rektor Institut Agama Islam al-Falah Assunniyyah (INAIFAS) Kencong Jember, Rijal Mumazziq Z, menceritakan peristiwa menarik di balik pekikan takbir Sutomo (Bung Tomo) dalam peristiwa 10 November 1945. Kala itu, ada seorang dokter beragama Kristen yang ikut bergerak melawan tentara sekutu karena mendengar teriakan takbir Bung Tomo.

“Mas Tom, saya ini kan orang Kristen. Tapi kenapa waktu itu kalau mendengar Mas Tom mengucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar, saya ini rasanya lupa semua. Saya tinggalkan segalanya untuk pergi berjuang.” ungkap dokter Siwabessy, veteran 45, kepada Bung Tomo.

“Karena anda mengetahui artinya Allahu Akbar (Allah Maha Besar) itu, maka Anda telah meninggalkan segalanya pergi berjuang.” jawab Bung Tomo, dalam Bung Tomo Menggugat: Pemikiran, Surat, dan Artikel Politik (1955-1980) (Jakarta: Visimedia, 2008).

Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, ada dua tokoh yang dikenal sangat piawai dalam berpidato. Bukan hanya tertata dalam kalimat, tepat memilih kata, tapi juga mampu memantik semangat orang yang mendengar. Dua tokoh itu adalah Bung Tomo dan Ir Soekarno.

Memang, Bung Tomo besar dari cerita kehebatan Bung Karno dalam berpidato. Ia mendapat cerita kehebatan itu dari sang kakek, Mbah Notosudarmo. Ia dan sang kakek merupakan pengagum berat proklamator tersebut.

Pernah suatu ketika, Mbah Notosudarmo berpanas-panas bersama Bung Tomo hanya karena ingin mendengar Bung Karno berpidato pada awal 1930-an. Sang kakek juga sangat bangga menceritakan kiprah Bung Karno kepada Bung Tomo.

Bung Tomo pertama kali berpidato di hadapan para kaum pergerakan di zaman Jepang pada saat pembentukan Gerakan Rakyat Baru. Ia berpidato dengan gaya dan intonasi yang bisa dibilang menjiplak Bung Karno.

Namun, lucunya, di dalam pidato tersebut Sutomo malah mengkritik Bung Karno yang dianggap terlalu lembek di hadapan Jepang. Meskipun mendengarkan dengan wajah memerah, Bung Karno tetap memberikan apresiasi kepada Bung Tomo.

Tak hanya itu, setelah berpidato dengan suara bergetar, dia mendapatkan tepukan di pundak dari sosok di belakangnya. Laki-laki ini mengapresiasi pidato Bung Tomo, yang saat itu menjadi wartawan Domei (embrio kantor berita Antara). Pria itu memberikan pujian.

“Ya begitulah, nak, seharusnya. Kalau bukan yang muda-muda yang memulai, siapa lagi yang akan berani,” kata laki-laki ini, yang ternyata adalah KH. Mas Mansur, salah seorang petinggi Muhammadiyah, yang juga menjadi salah satu tokoh Putera (Pusat Tenaga Rakyat) di zaman Jepang, selain Bung Karno, Bung Hatta, dan Ki Hajar Dewantara.

“Setelah Jepang menyerah takluk di hadapan Sekutu, dan para pemuda Surabaya merebut gudang senjata milik Kaigun (AL Jepang) dan Kempetai (Polisi Militer Jepang), sinar Bung Tomo mulai moncer,” kata Gus Rijal, melalui akun facebook-nya, Rabu (10/11/2021).

Menjelang Pertempuran Surabaya, Bung Tomo mengobarkan semangat rakyat dengan orasinya yang memukau. Dalam Memoar Hario Kecik, pidato Bung Tomo disebut sebagai salah satu “kegemaran” warga saat itu.

Namun, di antara ciri khas pidato Bung Karno adalah selalu diakhiri dengan pekikan takbir. Bukan hanya kalangan muslim taat yang digerakkan oleh pidato dan pekik takbir itu, tapi juga mereka yang berasal dari kalangan “merah”, kaum abangan.

“Bahkan, salah seorang warga non muslim (Siwabessy) yang mendengar pidato Bung Tomo merasa bergetar manakala mendengar pekik takbirnya,” ucap Gus Rijal.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)