Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 13 Juni 2026
home global news detail berita

Pahlawan Masa Kini Menurut Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati

esti setiyowati Senin, 10 November 2025 - 10:37 WIB
Pahlawan Masa Kini Menurut Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati
Pahlawan Masa Kini Menurut Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Peringatan ini menjadi momen refleksi kolektif atas perjuangan panjang yang melahirkan kemerdekaan Indonesia.

Tahun ini, Kementerian Sosial (Kemensos) mengangkat tema "Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan".

Tema ini menegaskan bahwa keteladanan pahlawan bukan untuk dikenang tetapi dihidupkan kembali lewat kerja nyata yang membangun masa depan bangsa.

Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, A Rusdiana menyebut profesi pendidik sebagai profesi kepahlawanan.

Baca juga: Guru Besar IPB Soroti Dampak PP 45/2025 terhadap Industri Sawit dan Masyarakat

Rusdiana mengatakan, pahlawan hari ini bukan hanya yang mengangkat senjata, tetapi juga yang mengangkat martabat pendidikan.

"Pendidik tak hanya penyampai materi namun juga pembentuk karakter, penjaga akal sehat bangsa, sekaligus penggerak perubahan sosial,"

"Ketika seorang guru jujur menilai, sabar membimbing, tekun mengajar, dan terus belajar, ia sedang menjalankan mandat sejarah yang sama pentingnya dengan perjuangan fisik para pahlawan masa lalu," kata Rusdiana dalam tulisan opininya di laman Kemenag, Senin (10/11/2025).

Menurut Rusdiana, pendidik bisa disebut pahlawan karena memilih integritas di tengah godaan pragmatisme dengan menjadikan ruang kelas sebagai arena pembentukan nilai, bukan sekedar administrasi pembelajaran.

Pendidik, tambah Dewan Pembina PERMAPEDIS Jawa Barat ini, konsisten menegakkan kebenaran meski tidak ada tepuk tangan publik yang menyertainya.

Di tengah dinamika dunia modern disrupsi digital, kompetisi global, hingga perubahan budaya, spirit spiritualitas menjadi fondasi moral bagi kepahlawanan masa kini.

"Ungkapan “Innallāha Ma‘anā” mengajarkan bahwa keberanian, kejujuran, dan keikhlasan bukanlah langkah yang kita tempuh sendirian. Selama perjuangan kita benar, bersih niatnya, dan membawa kemaslahatan, maka pertolongan dan keberpihakan Tuhan akan selalu bersama," lanjut Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Mishbah Cipadung Bandung itu.

Nilai tersebut selaras dengan tradisi keagamaan dalam Kementerian Agama, yang menempatkan kerja sebagai ladang ibadah dan pengabdian sebagai wujud ketakwaan.

Baca juga: Bunga Rampai Hari Pahlawan: Peran Pesantren dalam Kemerdekaan

Ia kemudian mengingatkan pesan Prof Moh Yamin tentang kehidupan kebangsaan, yaitu Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi lahir dari akar sejarah bangsa kita sendiri,”.

Persatuan adalah nilai intrinsik yang terpatri dalam DNA Indonesia. Persatuan pula yang memungkinkan pendidikan menjadi alat memajukan bangsa, bukan alat memecah belah. Tanpa persatuan, seluruh upaya transformasi hanya akan menjadi serpihan yang tidak terhubung.

"Maka, pahlawan masa kini adalah mereka yang menjaga persatuan di ruang-ruang kecil: ruang kelas, ruang pelayanan publik, masjid, kantor, komunitas digital, hingga keluarga. Mereka yang menolak ujaran kebencian, mengedepankan dialog, dan merawat harmoni keberagaman," terang Rusdiana.

Sementara dalam ekosistem Kemenag, kiprah ASN, guru atau penyuluh agama, pengawas madrasah, dosen PTKI, dan seluruh insan pendidikan agama adalah jangkar moral yang memastikan Indonesia tetap kokoh di tengah pusaran perpecahan global.

Rusdiana menyebut tantangan terbesar saat ini bukan lagi kolonialisme fisik, namun juga nilai, distraksi digital, korosi moral, serta ketertinggalan literasi dan kompetensi.

"Karena itu, kepahlawanan masa kini harus mengambil bentuk baru: inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi untuk kebaikan, penguatan moderasi beragama, pelayanan publik yang bersih, serta keteladanan moral yang konsisten," tegasnya.

Bila pahlawan dahulu bertempur di medan perang, maka pahlawa masa kini bertempur di medan etika dan intelektual: melawan korupsi, melawan kemalasan akademik, melawan intoleransi, dan melawan ketidakadilan.

Baca juga: Sejarah Hari Pahlawan, Ini Peristiwa yang Terjadi di Surabaya

"Medan perangnya berubah, tetapi esensi perjuangannya tetap sama: menjaga martabat bangsa," kata Rusdiana.

Rusdiana mengingatkan bahwa, Hari Pahlawan 10 November bukan sekedar peringatan tetapi ajakan untuk bergerak dan meneruskan estafet perjuangan dengan gaya kepahlawanan baru yang relevan dengan zaman.

Ia mengatakan, Indonesia membutuhkan pahlawan yang tidak hanya kuat secara moral, tetapi juga adaptif secara digital, cerdas secara intelektual, dan tulus secara spiritual.

"Pada akhirnya, pahlawan masa kini adalah mereka yang tidak berhenti membangun masa depan dengan ilmu, keteladanan, dan pengabdian. Dan di tangan merekalah, cita-cita kemerdekaan terus hidup dan menemukan wujud terbaiknya. Wallahu A’lam," pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 13 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:49
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)