LANGIT7.ID, Jakarta - Rais Aam Aliyah Jam’iyah Ahlut Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman), Habib Muhammad Luthfi bin Hasyim bin Yahya, menegaskan, generasi muda saat ini harus mencontoh perjuangan para pahlawan dalam membangun bangsa. Generasi muda harus merintis dan ikut andil dalam mengisi kemerdekaan demi tegaknya sang saka Merah Putih.
Menurutnya, cita-cita para pendiri bangsa bukan gagasan kosong. Tak sekadar merdeka dari penjajahan bangsa lain. Namun kemerdekaan merupakan warisan mulia dari para pendiri bangsa. Tentu, kemerdekaan harus diisi dengan kebijakan-kebijakan yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.
Habib Luthfi mengatakan, para pendiri bangsa memiliki ilmu dan pengetahuan yang sangat mendalam dan patut dicontoh oleh generasi muda. Dia mencontohkan KH Hasyim Asy’ari usai belajar di Mekah dan kembali ke Indonesia. Pendiri Nahdlatul Ulama itu memiliki kontribusi yang luar biasa untuk bangsa.
Demikian pula para ulama dan santri-santrinya. Mereka aktif berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Saat Portugis masuk ke Indonesia, generasi muda saat itu, terkhusus para ulama dan santri, ikut andil besar dalam memerdekakan serta menjaga Indonesia dari serangan Portugis dan VOC Belanda.
“Dalam kondisi seperti itu, tokoh-tokoh yang luar biasa seperti KH Hasyim Asy’ari mampu mencetak dan menyelamatkan akidah tidak sekadar mendirikan organisasi kebangkitan para ulama, “ kata Habib Luthfi, dikutip dari laman NU Online, Selasa (17/8/2021).
Menurut Habib Luthfi, ikut andil dalam perjuangan melawan penjajah bukan perkara mudah, seperti membalikkan telapak tangan, apalagi sekadar mengucapkan terima kasih. Maka dari itu, ia berharap generasi muda mampu menjaga kenikmatan yang diberi Allah Ta’ala berupa kemerdekaan Indonesia demi kemajuan umat dan bangsa.
Dia meminta agar generasi muda tak lagi meributkan hal-hal yang tidak perlu. Bukan lagi waktu yang tepat memperdebatkan perkara khilafiyah, sebab umat ini bisa tertinggal jika stagnan dalam persoalan tersebut.
“Malu dengan bangsa lain yang maju luar biasa, sedangkan kita masih ribut terus,” pungkas Habib Luthfi.
Baca Juga: Rektor INAIFAS: Pesantren Melawan Penjajah Sebab Tak Mau Budaya Sekuler Barat Hadir di Nusantara (jqf)