Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Indonesia Merdeka dengan Jihad Para Ulama dan Ahli Ilmu

Muhajirin Kamis, 19 Agustus 2021 - 07:30 WIB
Indonesia Merdeka dengan Jihad Para Ulama dan Ahli Ilmu
Ilustrasi para ulama di masa kolonial (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar Sejarah Islam, Ustadz Budi Ashari, menegaskan, para ulama memerdekakan bangsa Indonesia dari tangan penjajah dengan ilmu dan syariat Islam. Umat Islam terlebih para ulama, memiliki andil besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan.

Maka, kata dia, hanya orang yang lupa diri dan penghianat yang melupakan jasa para ulama dan umat Islam. Kemerdekaan diraih berkat cahaya syariat Allah di muka bumi. Bangsa ini merdeka dan besar dengan ilmu dan Islam.

“Para ulama hanya mengenal satu kata untuk membebaskan negeri ini, itu jihad. Tidak ada yang lain. Di Makkah ada Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, ulama besar, imam Masjidil Haram Abad 19. Beliau adalah guru dari bapak-bapak bangsa di negeri ini,” kata Budi Ashari melalui kanal youtube khazanah Islam, dikutip Kamis (19/8/2021).

Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi adalah guru KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Beliau adalah guru KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah. Ia juga guru ayahnya Hamka, Abdul Karim Amrullah.

Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi tidak hanya mengajari ilmu di Makkah, namun menanamkan semangat perjuangan kepada para murid-muridnya. Ia menyemangati untuk berjuang mengusir penjajah dari Tanah Nusantara. Beliau selalu mendorong umat Islam di Tanah Air untuk bersatu demi mengusir penjajah.

“Resolusi jihad kita juga tahu yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari. Bagaimana perjuangan mulai dari Pangeran Diponegoro sampai Imam Bonjol. Mereka semua ulama. Mereka semua ahli ilmu. Yang mereka serukan adalah jihad,” kata Budi Ashari.

Baca Juga: Peran Sentral KH Hasyim Asy'ari Mempertahankan Kemerdekaan

Dia menegaskan, jika hari ini ada orang yang mengkambinghitamkan dan menstigma negatif jihad, berarti ia berkhianat. Negeri ini dibebaskan dengan jihad. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk membuka kembali sejarah, agar para pejuang ridha dengan generasi penerus yang mengisi kemerdekaan.

“Mereka dulu orang yang mengerti syariat Allah. Orang yang menerapkan syariat Allah di muka bumi, dan orang yang menyuarakan jihad dengan jihad yang benar. Karenanya, betul bahwa ketika seseorang tidak mengenali sejarahnya maka dia tidak mengenali identitasnya, dan akhirnya dia tidak memiliki harapan untuk kebesarannya,” kata Budi Ashari.

Dia menegaskan, tidak ada harapan kecuali menengok sejarah. Sejarah harus dibaca dengan jujur. Sejarah mencatat harum perjuangan umat Islam melawan penjajah. Demikian pula kiprah ulama mengawal perjuangan, dan para santri menyuarakan jihad.

“Lihat bagaimana mereka membebaskan bumi pertiwi, bagaimana mereka mengusir penjajah yang hanya menyerap, menyedot, dan membawa kekayaan negeri ini, dan bahkan hanya memperbudak bangsa ini,” tutur Budi Ashari.

Menurutnya, kebesaran, kemakmuran, dan keramahan negeri ini akan kembali asalkan umat Islam mau kembali ke identitas asli mereka. Terlebih lagi, saat Indonesia sudah 7 dekade merdeka, sejarah belum tercatat dengan baik.

Kurikulum sejarah yang diajarkan di sekolah dan kampus belum kurikulum yang sesungguhnya. Bahkan, kata Budi Ashari, mungkin saja banyak potongan-potongan sejarah sengaja disembunyikan agar umat Islam tidak bangkit.

“Bertepatan dengan bagaimana negeri ini memproklamasikan dirinya, bebas dari penjajahan, maka kita harus sadar, semoga kita tidak membuat kecewa para pejuang yang telah mengorbankan seluruh hidupnya untuk negeri ini,” pungkas beliau.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)