Hari Pahlawan
Haedar Nashir: 10 November Jangan Sekadar Seremonial
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 10 November 2021 - 06:05 WIB
Patung Jenderal Sudirman. Foto: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/foc.
Hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November jangan sekadar seremonial tetapi harus menjadi momentum untuk menyerap nilai-nilai perjuangan. Pasalnya,Bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks, serta kedatangan lawanbukan dalam bentuk penjajahan fisik.
Hal demikian disampaikanKetua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. Menurutnya, ancaman terbesar justru hadir saat warga dan elite bangsa tidak lagi menjaga persatuan.
Baca Juga:Makna Maulid bagi Muhammadiyah, Agama Tak Boleh Berjarak dari Kehidupan Nyata
"Bangsa Indonesia tentu harus memperingati Hari Pahlawan sebagai ikhtiar untuk menyerap nilai perjuangan dari para pahlawan Indonesia sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai kepahlawanan itu agar hidup di dalam jiwa, alam, pikiran, sikap, dan tindakan warga dan elit bangsa. Hari Pahlawan jangan hanya dijadikan seremonial belaka," kata Haedar melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa (9/11/2021).
Untukitu, Haedar berpesan agar Hari Pahlawan dijadikan momentum menghidupkan nilai-nilai kepahlawanan. Di antaranya, nilai pengorbanan baik bagi warga maupun elite bangsa.
Para pahlawan, kata dia, berkorban demi merawat eksistensi Republik Indonesia dalam panggung sejarah bangsa-bangsa. Jika nilai pengorbanan itu diaktualisasikan dengan baik, akan terbentuk bangsa yang peka dan mau membantu sesama, dan tidak lagi melakukan provokasi yang dapat menimbulkan konflik dalam berbangsa dan bernegara.
Baca Juga:UAH: Hari Pahlawan Momentum Kenang Jasa Ulama dan Habaib untuk Kemerdekaan Indonesia
Hal demikian disampaikanKetua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. Menurutnya, ancaman terbesar justru hadir saat warga dan elite bangsa tidak lagi menjaga persatuan.
Baca Juga:Makna Maulid bagi Muhammadiyah, Agama Tak Boleh Berjarak dari Kehidupan Nyata
"Bangsa Indonesia tentu harus memperingati Hari Pahlawan sebagai ikhtiar untuk menyerap nilai perjuangan dari para pahlawan Indonesia sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai kepahlawanan itu agar hidup di dalam jiwa, alam, pikiran, sikap, dan tindakan warga dan elit bangsa. Hari Pahlawan jangan hanya dijadikan seremonial belaka," kata Haedar melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa (9/11/2021).
Untukitu, Haedar berpesan agar Hari Pahlawan dijadikan momentum menghidupkan nilai-nilai kepahlawanan. Di antaranya, nilai pengorbanan baik bagi warga maupun elite bangsa.
Para pahlawan, kata dia, berkorban demi merawat eksistensi Republik Indonesia dalam panggung sejarah bangsa-bangsa. Jika nilai pengorbanan itu diaktualisasikan dengan baik, akan terbentuk bangsa yang peka dan mau membantu sesama, dan tidak lagi melakukan provokasi yang dapat menimbulkan konflik dalam berbangsa dan bernegara.
Baca Juga:UAH: Hari Pahlawan Momentum Kenang Jasa Ulama dan Habaib untuk Kemerdekaan Indonesia