Perhutani Gandeng UIN Raden Mas Said Lakukan Reboisasi
Fajar adhitya
Rabu, 10 November 2021 - 11:48 WIB
Perhutani bersama pihak UIN Raden Mas Said. Foto: Istimewa.
Perum Kehutanan Negara Indonesia (Perhutani) Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta melakukan reboisasi bersama mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Mas Said (UIN RMS) Surakarta dalam unit kegiatan mahasiswa “Training For Motivation and Public Speaking (T-MAPS) Berbagi”. Ketua panitia kegiatan, Muhksin Budi Sampurno, mengatakan kegiatan reboisasi diselenggarakan dalam rangka mendukung program pemerintah, yaitu menjaga lingkungan hidup agar tetap hijau.
"Kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga, merawat serta melestarikan alam dengan menanam pohon di area lahan kosong agar tidak terjadi pemanasan global dengan jenis bibit pohon Ketapang Kencana, Pucuk Merah, Asem Jawa, dan Trembesi sejumlah 300 bibit pohon," kata Mukhsin dalam keterangan yang diterima LANGIT7.ID, Rabu (10/11/2021).
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Surakarta yang telah memberikan dukungan dan fasilitas demi suksesnya kegiatan ini. “Saya berharap agar kegiatan program reboisasi ini dapat berhasil, pohon yang sudah ditanam dikemudian hari dapat berfungsi untuk menahan air, menambah oksigen, dan hasil dari pohon tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.
Baca Juga:Gus Muhaimin Tawarkan Dua Solusi Atasi Ancaman Perubahan Iklim
Sementara, Ketua Komunitas Berbagi “Puspa Arum” Sudiro menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon kali ini bertujuan untuk melestarikan hutan di kawasan gunung lawu, di mana bencana yang selalu mengancam gunung lawu adalah banjir, tanah longsor dan erosi.
"Dengan mengadakan kegiatan ini kita akan menambah vegetasi yang ada di lingkungan gunung Lawu dan sumber daya alam tetap terjaga serta bermanfaat bagi kita semua. Semoga langkah awal kita untuk sama–sama melestarikan wana wisata yang ada di lawu," ujarnya.
Baca Juga:Jalan-Jalan ke Kabupaten Ende, Ada Rumah Pengasingan Bung Karno
"Kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga, merawat serta melestarikan alam dengan menanam pohon di area lahan kosong agar tidak terjadi pemanasan global dengan jenis bibit pohon Ketapang Kencana, Pucuk Merah, Asem Jawa, dan Trembesi sejumlah 300 bibit pohon," kata Mukhsin dalam keterangan yang diterima LANGIT7.ID, Rabu (10/11/2021).
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Surakarta yang telah memberikan dukungan dan fasilitas demi suksesnya kegiatan ini. “Saya berharap agar kegiatan program reboisasi ini dapat berhasil, pohon yang sudah ditanam dikemudian hari dapat berfungsi untuk menahan air, menambah oksigen, dan hasil dari pohon tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.
Baca Juga:Gus Muhaimin Tawarkan Dua Solusi Atasi Ancaman Perubahan Iklim
Sementara, Ketua Komunitas Berbagi “Puspa Arum” Sudiro menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon kali ini bertujuan untuk melestarikan hutan di kawasan gunung lawu, di mana bencana yang selalu mengancam gunung lawu adalah banjir, tanah longsor dan erosi.
"Dengan mengadakan kegiatan ini kita akan menambah vegetasi yang ada di lingkungan gunung Lawu dan sumber daya alam tetap terjaga serta bermanfaat bagi kita semua. Semoga langkah awal kita untuk sama–sama melestarikan wana wisata yang ada di lawu," ujarnya.
Baca Juga:Jalan-Jalan ke Kabupaten Ende, Ada Rumah Pengasingan Bung Karno