home sosok muslim

Ciptakan Alat Pendeteksi Zat Berbahaya pada Makanan

Dua Pelajar di Kudus Raih Medali Emas di Ajang Internasional

Senin, 15 November 2021 - 10:07 WIB
Dua pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus, Almas Fauziah dan Sekar Arum Kinasti. Foto: Humas Kemenag
Dua pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus, Almas Fauziah dan Sekar Arum Kinasti, meraih medali emas Internasional Exhibition for Young Inventors 2021.

Ajang tersebut memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk turut andil dalam kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia. Juga membangun jejaring internasional, dan memberikan peluang seluruh pihak untuk terlibat dalam aktivitas ilmu pengetahuan serta penelitian.

Di ajang internasional ini, Almas Fauziah dan Sekar Arum Kinasti berhasil menciptakan alat pendeteksi zat berbahaya yang terkandung dalam makanan.

Baca juga: Brigjen KH Syamun, Gerilyawan yang Berguru di Masjidil Haram Sejak Belia

Mengutip laman kemenag go.id, riset keduanya memanfaatkan ekstrak ubi ungu, ekstrak bunga talam, dan ekstrak bunga pacar air yang kemudian dimasukkan dalam refill ballpoint. Alat yang diciptakan ini mampu mendeteksi kandungan zat formalin, boraks, serta pewarna sintesis dalam makanan.

"Kami banyak mendengar berita tentang adanya oknum tidak bertanggung jawab yang menaburkan zat makanan berbahaya dalam makanan yang mereka jual. Itu dapat mengakibatkan kerusakan kesehatan dalam jangka waktu yang panjang," ujar Almas Fauziah di Kudus, Minggu (14/11).

Riset ini juga dilatarbelakangi oleh mahalnya alat pendeteksi zat berbahaya dalam makanan yang dijual di pasaran. Sehingga, tidak banyak orang yang mau membelinya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
dua pelajar kudus medali emas ajang internasional
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya