Airlangga: Presidensi G20 Momentum Pulih Bersama Pascapandemi
Priyo Setyawan
Senin, 15 November 2021 - 21:49 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (foto: istimewa)
Pertumbuhan ekonomi pascapandemi bakal menjadi topik pembahasan dalam presidensi G20 pada 2022 mendatang.
Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam webinar Indonesia's Global Leadership Outlook: How and for whose benefits? di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui saluran Youtube UMYogya, Senin (15/11/2021)
“Tema tersebut memiliki kata lain sebagai momentum pulih bersama,” kata Airlangga saat menjadi pembicara melalui saluran Youtube UMYogya, Senin (15/11/2021)
Airlangga menjelaskan pemulihan ekonomi yang kuat adalah pemulihan yang inklusif, ekonomi kuat adalah ekonomi yang mampu bertransformasi sejalan dengan visi G20.
Tentu, dengan target pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 yang ditargetkan bisa mencapai 5,2% - 5,5%, maka perekonomian Indonesia bisa lebih kuat.
“G-20 dimaknai memiliki dua arti penting, yang pertama sarana sosialisasi dari peluang dan aspirasi presidensi G20 terhadap dunia. Kedua, memberi masukan bagi pemerintah untuk memaksimalkan manfaat presidensi Indonesia bagi masyarakat,”jelasnya.
Airlangga yakin Indonesia mempunyai modal yang kuat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat di kuartal ketiga sebesar 3,5% secara year on year.
Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam webinar Indonesia's Global Leadership Outlook: How and for whose benefits? di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui saluran Youtube UMYogya, Senin (15/11/2021)
“Tema tersebut memiliki kata lain sebagai momentum pulih bersama,” kata Airlangga saat menjadi pembicara melalui saluran Youtube UMYogya, Senin (15/11/2021)
Airlangga menjelaskan pemulihan ekonomi yang kuat adalah pemulihan yang inklusif, ekonomi kuat adalah ekonomi yang mampu bertransformasi sejalan dengan visi G20.
Tentu, dengan target pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 yang ditargetkan bisa mencapai 5,2% - 5,5%, maka perekonomian Indonesia bisa lebih kuat.
“G-20 dimaknai memiliki dua arti penting, yang pertama sarana sosialisasi dari peluang dan aspirasi presidensi G20 terhadap dunia. Kedua, memberi masukan bagi pemerintah untuk memaksimalkan manfaat presidensi Indonesia bagi masyarakat,”jelasnya.
Airlangga yakin Indonesia mempunyai modal yang kuat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat di kuartal ketiga sebesar 3,5% secara year on year.