LANGIT7.ID, Yogyakarta - Pertumbuhan ekonomi pascapandemi bakal menjadi topik pembahasan dalam presidensi G20 pada 2022 mendatang.
Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam webinar Indonesia's Global Leadership Outlook: How and for whose benefits? di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui saluran Youtube UMYogya, Senin (15/11/2021)
“Tema tersebut memiliki kata lain sebagai momentum pulih bersama,” kata Airlangga saat menjadi pembicara melalui saluran Youtube UMYogya, Senin (15/11/2021)
Airlangga menjelaskan pemulihan ekonomi yang kuat adalah pemulihan yang inklusif, ekonomi kuat adalah ekonomi yang mampu bertransformasi sejalan dengan visi G20.
Tentu, dengan target pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 yang ditargetkan bisa mencapai 5,2% - 5,5%, maka perekonomian Indonesia bisa lebih kuat.
“G-20 dimaknai memiliki dua arti penting, yang pertama sarana sosialisasi dari peluang dan aspirasi presidensi G20 terhadap dunia. Kedua, memberi masukan bagi pemerintah untuk memaksimalkan manfaat presidensi Indonesia bagi masyarakat,”jelasnya.
Airlangga yakin Indonesia mempunyai modal yang kuat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat di kuartal ketiga sebesar 3,5% secara
year on year. "Melihat penanganan Covid-19 yang sudah baik, dimana angka reproduction rate di bawah 1% tepatnya 0,7%. Dapat membawa kita memiliki pertumbuhan ekonomi di akhir tahun 2021 bisa mencapai 3,7% - 4,5%,” paparnya.
Baca juga:
Sandiaga Optimistis KTT G20 di Bali Bangkitkan Sektor ParekrafIndonesia juga melihat pentingnya pemerataan sentra produksi internasional, untuk menguatkan rantai pasok global dengan mendorong kemandirian produksi dalam meningkatkan nilai tambah. Muncul harapan presidensi G-20 akan meningkatkan konsumsi domestik sebesar 1,7 triliun, dan menambah PDB sebesar 7,4 triliun dan akan memperkerjakan 33 ribu tenaga kerja di berbagai sektor.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir mengatakan G20 menjadi sebuah capaian yang positif dan konstruktif bagi upaya pemulihan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, sekaligus juga membangun optimisme Indonesia berperan di kancah global.
Baca juga:
Presiden Jokowi: Posisi Indonesia Semakin Dihormati Negara LainHaedar menilai Indonesia perlu melakukan akselerasi dalam mencari titik-titik baru dalam memainkan peran yang lebih signifikan di dalam kancah dunia internasional, dengan memanfaatkan secara baik presidensi G20 itu.
"Terlebih menurut beberapa pakar, Indonesia memiliki potensi besar di tahun 2030 menjadi negara dengan kategori ekonomi terbesar setelah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India," terangnya
(sof)