LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengaku optimis pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 2022 dapat membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Pulau Bali, khususnya di sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Sandiaga mengatakan dalam KTT G20 tahun 2021 di Italia, Presiden RI Joko Widodo telah secara resmi menerima "tongkat estafet" pelaksanaan KTT G20 tahun 2022 mendatang.
"Ini juga akan menjadi trigger dari banyak event-event internasional MICE di Bali maupun di destinasi-destinasi lainnya. Sehingga, perlu langkah-langkah antisipatif agar pemerintah daerah dapat menyiapkan protokol kesehatan secara optimal," kata Sandiaga seperti dikutip Rabu (3/11).
Baca juga:
3 Desa Wisata Indonesia Tampil di Ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021Terkait perkembangan pembukaan kembali Bali bagi wisatawan mancanegara, Sandiaga menjelaskan jika sejauh ini belum ada penerbangan internasional yang langsung terbang ke Bali.
"Kami dari Kemenparekraf juga tengah mengajukan sejumlah daftar negara yang memiliki angka positivity rate Covid-19 rendah untuk dapat membuka penerbangan langsung ke Bali," ujarnya.
Seperti diketahui, Indonesia meneruskan estafet keketuaan atau presidensi G20 dari Italia. Hal ini menjadi pertama kalinya Indonesia akan memegang Presidensi G20 pada tahun 2022.
Baca juga:
Festival Musik Rakyat Jadi Harapan Kebangkitan Sektor Parekraf di AmbonPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia merasa terhormat untuk meneruskan Presidensi G20 di tahun 2022. Jokowi juga secara langsung mengundang para pemimpin dunia untuk melanjutkan diskusi pada KTT G20 yang rencananya akan digelar di Bali pada 30-31 Oktober 2022.
"Kami akan menjamu Yang Mulia dan Bapak, Ibu, di ruang terbuka, di hamparan pantai Bali yang indah, yang menginspirasi gagasan-gagasan inovatif untuk produktivitas G20 ke depan. Sampai bertemu di Indonesia. Terima kasih," ujar Jokowi saat penutupan KTT G20 di La Nuvola, Roma, Ahad (31/10).
(sof)