Sultan HB X: Pengendalian Inflasi Perlu Inovasi Sektor Pangan
Priyo Setyawan
Senin, 15 November 2021 - 22:45 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB saat meninjau pasar lelang cabai PPHPM Purwobinangun, Pakem,Sleman, Senin (15/11/2021). (foto dok Prokompim Sleman)
Intervensi di sektor pertanian, pangan (stimulan) menjadi syarat mutlak sebagai upaya untuj mebgebdalikan inflasi.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X mengatakan sebagai untuk mengendalikan inflasi, maka diperlukan inovasi dan digitalisasi pada sektor pangan.
Kolaborasi antara pusat dan daerah maupun instansi lain yang setara guna mendorong berbagai inovasi, aplikatif dan antisipatif juga penting guna menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkesinambungan.
“Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan yaitu digitalisasi yang dinilai dapat memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Sultan saat mengunjungi pasar lelang cabai Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM), Purwobinangun, Pakem, Sleman, Senin (15/11/2021).
Baca juga:Airlangga: Presidensi G20 Momentum Pulih Bersama Pascapandemi
Sultan menilai pasar lelang cabai PHPM tersebut merupakan bentuk inovasi dan intervensi dalam mempercepat pemulihan ekonomi sektor pertanian sekaligus upaya menggerakan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X mengatakan sebagai untuk mengendalikan inflasi, maka diperlukan inovasi dan digitalisasi pada sektor pangan.
Kolaborasi antara pusat dan daerah maupun instansi lain yang setara guna mendorong berbagai inovasi, aplikatif dan antisipatif juga penting guna menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkesinambungan.
“Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan yaitu digitalisasi yang dinilai dapat memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Sultan saat mengunjungi pasar lelang cabai Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM), Purwobinangun, Pakem, Sleman, Senin (15/11/2021).
Baca juga:Airlangga: Presidensi G20 Momentum Pulih Bersama Pascapandemi
Sultan menilai pasar lelang cabai PHPM tersebut merupakan bentuk inovasi dan intervensi dalam mempercepat pemulihan ekonomi sektor pertanian sekaligus upaya menggerakan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan.