LANGIT7.ID-, Jakarta- - Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan di sektor perdagangan dengan surplus selama 50 bulan berturut-turut. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pencapaian ini dalam sambutannya pada acara Jakarta Halal Expo and Conference 2024.
"Kita syukuri Indonesia 50 bulan lebih surplus. Jadi kita ini termasuk negeri yang terbaik sekarang ini," ujar Zulkifli di Jakarta Halal Expo and Conference, Ice BSD, Jumat (30/8/2024).
Ia menambahkan bahwa surplus berkelanjutan ini menandakan ekonomi Indonesia yang produktif.
Baca juga:
Aset Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp2.650 Triliun, Didominasi Pasar ModalZulkifli juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di atas 5%, melampaui banyak negara lain. "Ekonomi kita tumbuh di atas lima (persen). Ini peluang," tegasnya. Pencapaian ini semakin istimewa mengingat kondisi global yang penuh tantangan.
Zulkifli membandingkan kondisi ekonomi Indonesia dengan negara lain. "Inflasi kita rendah. Turki itu inflasinya 80%. Kita cuma 2,61%," jelasnya. Angka inflasi yang terkendali ini menjadi indikator stabilitas ekonomi nasional.
Untuk mempertahankan tren positif ini, pemerintah menempuh dua strategi utama. Pertama, melindungi industri lokal dengan mengendalikan impor. Kedua, mengatasi hambatan perdagangan melalui perjanjian dagang dengan negara-negara mitra.
"Kita lindungi industri lokal, kita kendalikan impornya. Walaupun musuhnya banyak, saya dimarahi banyak orang karena mengendalikan impor," ungkap Zulkifli. Ia menegaskan bahwa langkah ini penting untuk mendukung perkembangan industri dalam negeri dan UMKM.
Mendag juga menyoroti pentingnya perjanjian dagang, terutama dengan negara-negara Teluk. "Kita belum punya perjanjian. Susah kalau kita kirim daging, hasil industri kita kirim ke Timur Tengah sulit karena tidak ada perjanjian," jelasnya.
Zulkifli mengajak seluruh pihak untuk mendukung produk dalam negeri. "Mari bangga, bela, tapi tidak cukup bangga dan bela. Saya bangga buat Indonesia, saya bela buat Indonesia. Bangga, bela, dan beli. Jadi kalau bangga, beli buatan Indonesia," pungkasnya.
Mendag optimis dengan prospek ekonomi Indonesia ke depan. Ia menyebutkan bahwa Indonesia berpotensi tumbuh 7-8% pada tahun depan, dengan syarat industri harus produktif dan menguasai pasar lokal serta global.
(lam)