Beda Postur Badan, Rachmat Irianto Waspadai Pemain Afghanistan
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 16 November 2021 - 15:40 WIB
Rachmat Irianto saat menjalani sesi latihan bersama Timnas Indonesia di Turki. (Foto: PSSI)
Pemain Timnas Indonesia, Rachmat Irianto, mengimbau kepada rekan-rekannya untuk mewaspadai para pemain Afghanistan. Faktor perbedaan postur tubuh menjadi salah satu alasannya.
Rian yang sebelumnya pernah berhadapan dengan Afghanistan pada bulan Mei 2021 lalu, mengungkapkan bahwa Afghanistan memiliki kekuatan di postur tubuh yang lebih tinggi dan besar.
"Karena mereka memiliki postur yang sangat tinggi, besar, dan kita memiliki postur yang sangat kecil, tapi kita tetap melawan Afghanistan. Untuk persiapan pasti kita harus lebih fokus, lebih kuat, lebih berani lagi lawan Afghanistan," kata Rian, sapaan akrabnya seperti dikutip dari laman PSSI, Selasa (16/11).
Baca juga:Elkan Baggot Berpeluang Jadi Starter Lawan Afghanistan
Pemain kelahiran 3 September 1999 ini juga membeberkan kondisinya setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta. Meski kondisinya sedikit lelah, namun dia optimis dan tetap semangat menjalani latihan.
Selain itu, Rian menjelaskan metode pelatihan yang diberikan selama di Turki untuk pemain belakang perbaikan sistem pertahanan dan pemain depan fokus latihan finishing.
Menurutnya, ada berbagai pelajaran yang didapatkan selama sesi latihan tersebut. Mulai dari bagaimana tim dapat berbicara satu sama lain, menjaga kekompakan, dan saling mengingatkan.
Rian yang sebelumnya pernah berhadapan dengan Afghanistan pada bulan Mei 2021 lalu, mengungkapkan bahwa Afghanistan memiliki kekuatan di postur tubuh yang lebih tinggi dan besar.
"Karena mereka memiliki postur yang sangat tinggi, besar, dan kita memiliki postur yang sangat kecil, tapi kita tetap melawan Afghanistan. Untuk persiapan pasti kita harus lebih fokus, lebih kuat, lebih berani lagi lawan Afghanistan," kata Rian, sapaan akrabnya seperti dikutip dari laman PSSI, Selasa (16/11).
Baca juga:Elkan Baggot Berpeluang Jadi Starter Lawan Afghanistan
Pemain kelahiran 3 September 1999 ini juga membeberkan kondisinya setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta. Meski kondisinya sedikit lelah, namun dia optimis dan tetap semangat menjalani latihan.
Selain itu, Rian menjelaskan metode pelatihan yang diberikan selama di Turki untuk pemain belakang perbaikan sistem pertahanan dan pemain depan fokus latihan finishing.
Menurutnya, ada berbagai pelajaran yang didapatkan selama sesi latihan tersebut. Mulai dari bagaimana tim dapat berbicara satu sama lain, menjaga kekompakan, dan saling mengingatkan.