home global news

Presiden Jokowi: Banjir Sintang Karena Rusaknya Daerah Tangkapan Hujan

Selasa, 16 November 2021 - 22:15 WIB
Sejumlah warga melintasi Jalan Lintas Melawi yang terdampak banjir di Ladang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (12/11). (Foto: ANTARA FOTO)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa bencana banjir yang melanda Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, disebabkan oleh kerusakan pada daerah tangkapan hujan atau catchment area. Rusaknya daerah tangkapan hujan tersebut kemudian menyebabkan Sungai Kapuas meluber.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden dalam keterangannya selepas meresmikan Jalan Tol Serang-Panimbang seksi 1 ruas Serang-Rangkasbitung di Gerbang Tol Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (16/11).

Baca juga:Erick Thohir Harap BUMN Berani Maju di Perhelatan G20 2022

"Itu kan memang karena kerusakan catchment area, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun dan harus kita hentikan karena memang masalah utamanya ada di situ sehingga Kapuas itu meluber karena daerah tangkapan hujannya rusak. Itu yang lagi ingin kita perbaiki," ujar Presiden.

Untuk memperbaiki daerah tangkapan hujan tersebut, Jokowi menyebut pemerintah akan membangun persemaian atau nursery yang diiringi dengan penghijauan baik di daerah-daerah hulu maupun di daerah-daerah tangkapan hujan itu sendiri.

"Di catchment area itu memang harus diperbaiki karena kerusakannya memang ada di situ. Kedua, memang ada hujan yang lebih ekstrem dari biasanya," imbuhnya.

Sejak awal terjadinya bencana banjir di Kabupaten Sintang, Jokowi telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk mempelajari penyebab dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi banjir di Sintang.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
jokowi banjir sintang kalimantan barat banjir
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya