Ini 3 Pesantren di Sulawesi Selatan Paling Eksis hingga Sekarang
Akbar Nur Qadri
Rabu, 17 November 2021 - 12:46 WIB
Pondok Pesantren Modern IMMIM Makassar, Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa
Sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berumur puluhan tahun hingga kini masih eksis dan menjadi primadona. Meski usianya terbilang tua, Ponpes tersebut masih menjadi unggulan di tengah tumbuh suburnya sekolah Islam.
Ponpes yang dimaksud masih menjadi unggulan, karena metode pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman, dan mampu mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki daya saing.
Baca Juga:
Berikut tiga Ponpes yang masih menjadi Primadona di Sulsel
1. Pondok Pesantren Huffadz Bone
Pondok Pesantren ini disebut sebagai Ponpes legendaris di Sulawesi Selatan. Ponpes ini berada di Kabupaten Bone, dibangun sejak tahun 1975. Pondok pesantren ini sangat terkenal sebagai pencetak tahfidz Qur'an terbaik di Sulawesi atau bahkan salah satu yang terbaik di Indonesia. Bahkan pernah meraih anugerah sebagai pelopor kedua pesantren tahfidz Quran dari pesantren Darul Quran.
Pesantren ini memiliki sistem pesantren mirip Gontor di Pulau Jawa dari pola pendidikan santrinya, karena dalam sejarahnya peran guru-guru alumni Gontor cukup banyak menjadi tenaga pendidik. Materi pelajaran juga banyak yang mirip.
Ponpes yang dimaksud masih menjadi unggulan, karena metode pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman, dan mampu mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki daya saing.
Baca Juga:
Berikut tiga Ponpes yang masih menjadi Primadona di Sulsel
1. Pondok Pesantren Huffadz Bone
Pondok Pesantren ini disebut sebagai Ponpes legendaris di Sulawesi Selatan. Ponpes ini berada di Kabupaten Bone, dibangun sejak tahun 1975. Pondok pesantren ini sangat terkenal sebagai pencetak tahfidz Qur'an terbaik di Sulawesi atau bahkan salah satu yang terbaik di Indonesia. Bahkan pernah meraih anugerah sebagai pelopor kedua pesantren tahfidz Quran dari pesantren Darul Quran.
Pesantren ini memiliki sistem pesantren mirip Gontor di Pulau Jawa dari pola pendidikan santrinya, karena dalam sejarahnya peran guru-guru alumni Gontor cukup banyak menjadi tenaga pendidik. Materi pelajaran juga banyak yang mirip.