Rias Wajah Waterproof, Waspada agar Wudhu Tetap Sah
Dwitisya Rizky Desindatika
Rabu, 12 Januari 2022 - 10:55 WIB
Ilustrasi muslimah menyapukan rias wajah waterproof . Foto: Pexelbay-cottonbro
Kosmetik begitu identik dan sulit dipisahkan dari perempuan. Apalagi saat ini banyak pilihan produk kecantikan yang sudah berbahan baku aman serta halal digunakan bagi muslimah.
Meski, ada yang perlu dicermati selain kehalalan kosmetika yakni produk bertipe waterproof. Seperti namanya jenis kosmetik ini diformulasikan agar kedap air sehingga riasan lebih tahan lama tak mudah luntur oleh keringat.
Rias wajah waterproof banyak digunakan tidak hanya untuk acara tertentu, seperti pesta pernikahan, tapi juga untuk kegiatan sehari-hari. Ia dipilih karena dinilai praktis tak membuat pemakainya kerap memoles ulang.
Lalu bagaimana hukumnya berwudhu saat masih menggunakan make up waterproof?
Sebelum masuk pada topik tersebut penting dipahami bahwa berwudhu mewajibkan bagian-bagian tubuh yang harus dibasuh terkena air seluruhnya.
Satu hadist yang berkaitan dengan wudu adalah dari riwayat Imam Ahmad dan Abu Daud yang didapat dari Khalid bin Mi’dan dari istrinya, bahwa Rasulullah pernah menyuruh seseorang mengulang wudunya karena terdapat anggota wudu yang tidak terkena air.
“Rasulullah SAW pernah melihat seseorang salat sedangkan di punggung kakinya ada bagian mengilap karena tidak terbasuh air wudu, seukuran sekeping dirham. Rasulullah menyuruhnya mengulang kembali wudunya.”
Meski, ada yang perlu dicermati selain kehalalan kosmetika yakni produk bertipe waterproof. Seperti namanya jenis kosmetik ini diformulasikan agar kedap air sehingga riasan lebih tahan lama tak mudah luntur oleh keringat.
Rias wajah waterproof banyak digunakan tidak hanya untuk acara tertentu, seperti pesta pernikahan, tapi juga untuk kegiatan sehari-hari. Ia dipilih karena dinilai praktis tak membuat pemakainya kerap memoles ulang.
Lalu bagaimana hukumnya berwudhu saat masih menggunakan make up waterproof?
Sebelum masuk pada topik tersebut penting dipahami bahwa berwudhu mewajibkan bagian-bagian tubuh yang harus dibasuh terkena air seluruhnya.
Satu hadist yang berkaitan dengan wudu adalah dari riwayat Imam Ahmad dan Abu Daud yang didapat dari Khalid bin Mi’dan dari istrinya, bahwa Rasulullah pernah menyuruh seseorang mengulang wudunya karena terdapat anggota wudu yang tidak terkena air.
“Rasulullah SAW pernah melihat seseorang salat sedangkan di punggung kakinya ada bagian mengilap karena tidak terbasuh air wudu, seukuran sekeping dirham. Rasulullah menyuruhnya mengulang kembali wudunya.”