Solo Jadi Pilot Project Wisata Kebugaran
Mahmuda attar hussein
Senin, 22 November 2021 - 07:00 WIB
Wakil Menteri Kemenparekraf, Angela Tanoesoedibjo saat peluncuran Aroma Wellness Festival (AWF) bersama Walikota Solo Gibran Rakabuming. Foto: Humas Kemenparekraf
Pemerintah pusat mendukung Kota Solo agar menjadi salah satu destinasi wisata yang mengembangkan Wellness Tourism atau wisata kebugaran.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo saat menghadiri peluncuran Aroma Wellness Festival (AWF) bersama Walikota Solo Gibran Rakabuming di Ndalem Doyoatmajan, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat lalu (19/11/2021).
Baca juga: Digitalisasi Bakal Dorong Industri Pariwisata di Indonesia
Kota Solo sendiri dipilih menjadi pilot project bersama Yogyakarta dan Bali. Sehingga, pemerintah berkomitmen untuk memaksimalkan potensi wisata kebugaran sebagai salah satu strategi pemulihan pariwisata Indonesia.
"Semoga ajang promosi wisata kebugaran ini bisa menjadi top of mind bagi wisatawan nusantara hingga wisatawan mancanegara. Tidak hanya tiga daerah tersebut, kedepan masih banyak juga daerah lain, lantaran masih banyak lagi potensi lainnya yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Baca juga: Desa Wisata Berbasis Budaya Lokal, Aset Luar Biasa yang Wajib Dilestarikan
Seperti diketahui, wisata kebugaran menjadi tren yang menjanjikan di masa pandemi dan pascapandemi. Sebab, masyarakat saat ini semakin peduli terhadap kesehatannya, mulai dari kesehatan fisik, mental, emosional, spiritual, dan bahkan sosial.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo saat menghadiri peluncuran Aroma Wellness Festival (AWF) bersama Walikota Solo Gibran Rakabuming di Ndalem Doyoatmajan, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat lalu (19/11/2021).
Baca juga: Digitalisasi Bakal Dorong Industri Pariwisata di Indonesia
Kota Solo sendiri dipilih menjadi pilot project bersama Yogyakarta dan Bali. Sehingga, pemerintah berkomitmen untuk memaksimalkan potensi wisata kebugaran sebagai salah satu strategi pemulihan pariwisata Indonesia.
"Semoga ajang promosi wisata kebugaran ini bisa menjadi top of mind bagi wisatawan nusantara hingga wisatawan mancanegara. Tidak hanya tiga daerah tersebut, kedepan masih banyak juga daerah lain, lantaran masih banyak lagi potensi lainnya yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Baca juga: Desa Wisata Berbasis Budaya Lokal, Aset Luar Biasa yang Wajib Dilestarikan
Seperti diketahui, wisata kebugaran menjadi tren yang menjanjikan di masa pandemi dan pascapandemi. Sebab, masyarakat saat ini semakin peduli terhadap kesehatannya, mulai dari kesehatan fisik, mental, emosional, spiritual, dan bahkan sosial.