Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wisata halal detail berita

Desa Wisata Berbasis Budaya Lokal, Aset Luar Biasa yang Wajib Dilestarikan

mahmuda attar hussein Sabtu, 20 November 2021 - 07:00 WIB
Desa Wisata Berbasis Budaya Lokal, Aset Luar Biasa yang Wajib Dilestarikan
Bertenun, salah satu kearifan lokal yang perlu dilestarikan. Foto: Langit7/Istock
Langit7, Belitung - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengapresiasi Desa Mekar Jaya yang mengembangkan wisata desa berbasis kearifan lokal. Menurutnya, desa wisata yang kembangkan dari potensi lokal baik berupa budaya maupun potensi alam lainnya akan semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi desa pasca pandemi covid-19.

"Kita dorong desa wisata untuk terus berkembang sesuai yang direncanakan, berdasar potensi desa, berbasis kearifan lokal" ujarnya saat meresmikan sejumlah bantuan sarana dan prasana pendukung objek wisata Desa Mekar Jaya yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Digitalisasi Bakal Dorong Industri Pariwisata di Indonesia

Menurut Gus Halim –sapaan akrab Abdul Halim Iskandar- pembangunan desa berbasis kearifan lokal adalah prinsip mutlak yang tidak boleh dikesampingkan. Perkembangan teknologi dan modernisasi tidak boleh menggerus kearifan lokal yang ada. Ia menekankan, tradisi dan budaya lokal desa adalah aset luar biasa yang harus terus menerus dilestarikan untuk kemajuan dan kemandirian desa.

"Mau bikin apa saja untuk pertumbuhan ekonomi dan SDM jangan keluar dari budaya setempat. Supaya sampai kapan pun desa-desa kita tetap sebagaimana adanya. Tidak tergerus oleh budaya-budaya luar," ujarnya

Ada peristiwa menarik dalam kesempatan tersebut, ketika Bupati Belitung Timur, Burhanudin menyambut kedatangan Gus Halim beserta rombongan dengan pantun yang merupakan tradisi masyarakat Belitung.

"Darilah tepi berkayuh sampan, tak turun hujan airnya dangkal. Bukan maksud hati berlaku tidak sopan, berbalas pantun tradisi kearifan lokal," ujar Burhanudin.

"Di dekat Pulau Melidang banyak ubur-ubur, melintas laut naiklah perahu. Sengaja dihadang inilah hajat orang Belitung Timur, yang biasa disebut Palang Pintu," ucap Burhanudin.

Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Karimunjawa jadi Lokasi Diving Terbaik di Indonesia

Tak mau kalah dengan Bupati Belitung, Gus Halim memperlihatkan kepiawaian berpantunnya.

"Buah pepaya buah jambu, dimakan Pak Markum satu persatu. Izinkan saya menyapa Bapak Ibu, Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh," ujarnya saat tiba di destinasi wisata Desa Mekar Jaya.

"Pergi ke Sukabumi di waktu petang, mau membesuk seorang sahabat. Rombongan kami sudah datang, ingin masuk tapi masih dihambat," tambah Gus Halim.

"Paling enak makan sayur jamur, tambah nikmat bersama teman-teman. Lestarikan budaya pantun Belitung Timur, tetap selamat tidak hilang ditelan zaman," tutup Gus Halim.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)