DPR Minta Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Jelang Nataru
Jaja Suhana
Rabu, 24 November 2021 - 09:46 WIB
Pemerintah diminta percepat vaksinasi jelang natal dan tahun baru. (Foto: iStock).
Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, mengingatkan pemerintah agar tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipasi, utamanya menghadapi agenda natal dan tahun baru. Ia juga meminta pemerintah agar memastikan bahwa nasib vaksin booster jangan sampai seperti vaksin gotong royong yang tingkat realisasinya masih rendah
"Meskipun ada klaim bahwa 80 persen penduduk telah terinfeksi varian Delta melalui vaksinasi, namun bukan berarti kita aman dari ancaman gelombang ketiga. Sebab imunitas alamiah yang terbentuk tidak bisa diandalkan jika yang menyerang adalah strain virus baru," ujar Netty dalam keterangannya, Rabu (24/11/2021).
Langkah antisipasi yang harus diperhatikan pemerintah, kata Netty, antara lain dengan memperhatikan pengetatan mobilitas penduduk, menggenjot vaksinasi, dan disiplin prokes. "Jangan sampai masyarakat lengah dan lupa prokes karena merasa sudah aman, dan akibatnya kita menuai gelombang ketiga," ujarnya.
Baca Juga:DPR Desak Pemerintah Gunakan Vaksin Dalam Negeri
Terlebih,kata dia laju suntikan vaksinasi Covid-19 mengalami penurunan dalam tiga pekan terakhir. "Seharusnya ini dimitigasi sejak awal dengan memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa vaksin lain, seperti, AstraZaneca dan Pfizer, yang sudah mendapat EUA juga aman," ujarnya.
Pemerintah perlu memberikan sosialisasi dan edukasi yang masif dan akurat pada masyarakat sehingga tidak terjadi penolakan terhadap vaksin selain Sinovac. "Gandeng pihak-pihak yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat. Jadikan mereka sebagai promotor yang secara tidak langsung bisa 'menggaransi' bahwa vaksin yang disuntikkan itu aman," ujarnya.
Baca Juga:Anggota DPR: Program Tanam Singkong Kebijakan Keliru
"Meskipun ada klaim bahwa 80 persen penduduk telah terinfeksi varian Delta melalui vaksinasi, namun bukan berarti kita aman dari ancaman gelombang ketiga. Sebab imunitas alamiah yang terbentuk tidak bisa diandalkan jika yang menyerang adalah strain virus baru," ujar Netty dalam keterangannya, Rabu (24/11/2021).
Langkah antisipasi yang harus diperhatikan pemerintah, kata Netty, antara lain dengan memperhatikan pengetatan mobilitas penduduk, menggenjot vaksinasi, dan disiplin prokes. "Jangan sampai masyarakat lengah dan lupa prokes karena merasa sudah aman, dan akibatnya kita menuai gelombang ketiga," ujarnya.
Baca Juga:DPR Desak Pemerintah Gunakan Vaksin Dalam Negeri
Terlebih,kata dia laju suntikan vaksinasi Covid-19 mengalami penurunan dalam tiga pekan terakhir. "Seharusnya ini dimitigasi sejak awal dengan memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa vaksin lain, seperti, AstraZaneca dan Pfizer, yang sudah mendapat EUA juga aman," ujarnya.
Pemerintah perlu memberikan sosialisasi dan edukasi yang masif dan akurat pada masyarakat sehingga tidak terjadi penolakan terhadap vaksin selain Sinovac. "Gandeng pihak-pihak yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat. Jadikan mereka sebagai promotor yang secara tidak langsung bisa 'menggaransi' bahwa vaksin yang disuntikkan itu aman," ujarnya.
Baca Juga:Anggota DPR: Program Tanam Singkong Kebijakan Keliru