Budi Daya Maggot
Hasilkan Rupiah Sekaligus Atasi Masalah Sampah Organik
Mahmuda attar hussein
Rabu, 24 November 2021 - 15:30 WIB
Maggot untuk bahan pakan ternak ikan. Foto: YouTube CapCapung
Sampah masih menjadi momok bagi seluruh lapisan masyarakat. Masalah penanganan sampah yang tidak optimal menjadikannya sebagai sarang penyakit, bahkan tidak jarang sampah sering dituduh sebagai salah satu penyebab banjir.
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hampir separuh dari total sampah atau sebesar 45,4 persen komposisi sampah di ibu kota berasal dari sampah organik. Untuk itu diperlukan langkah tepat dalam pengelolaan sampah tersebut.
Salah satu yang bisa dimanfaatkan yakni dengan budi daya maggot. Di mana satu kilogram dari larva lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) ini mampu memangkas 2-5 kilogram setiap harinya.
Baca juga: Muslim Ini Berhasil Kembangkan Usaha Aquascape
Jumlah tersebut diyakini dapat membantu pengurangan sampah organik di Jakarta secara signifikan. Selain mengatasi masalah sampah, maggot juga memiliki nilai ekonomis di pasaran karena proteinnya yang tinggi dan biasa dijadikan sebagai alternatif pakan ternak.
Hal itu juga yang membuat Aminudi mulai mengelola sampah yang ada di Depok dengan menggunakan budi daya maggot. Sebagai CEO Biomagg yang merupakan startup yang bergerak dalam pengelolaan sampah, ia berupaya mengolah sampah organik dengan teknologi biokonversi menggunakan lalat BSF.
"Kita mulai di tahun 2016 dengan bermodalkan hanya Rp500 ribu. Jadi maggot lalat tentara hitam ini mampu mengurai makanan lebih cepat dibandingkan agen hayati atau makhluk hidup yang lain," jelasnya dikanal Youtube CapCapung.
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hampir separuh dari total sampah atau sebesar 45,4 persen komposisi sampah di ibu kota berasal dari sampah organik. Untuk itu diperlukan langkah tepat dalam pengelolaan sampah tersebut.
Salah satu yang bisa dimanfaatkan yakni dengan budi daya maggot. Di mana satu kilogram dari larva lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) ini mampu memangkas 2-5 kilogram setiap harinya.
Baca juga: Muslim Ini Berhasil Kembangkan Usaha Aquascape
Jumlah tersebut diyakini dapat membantu pengurangan sampah organik di Jakarta secara signifikan. Selain mengatasi masalah sampah, maggot juga memiliki nilai ekonomis di pasaran karena proteinnya yang tinggi dan biasa dijadikan sebagai alternatif pakan ternak.
Hal itu juga yang membuat Aminudi mulai mengelola sampah yang ada di Depok dengan menggunakan budi daya maggot. Sebagai CEO Biomagg yang merupakan startup yang bergerak dalam pengelolaan sampah, ia berupaya mengolah sampah organik dengan teknologi biokonversi menggunakan lalat BSF.
"Kita mulai di tahun 2016 dengan bermodalkan hanya Rp500 ribu. Jadi maggot lalat tentara hitam ini mampu mengurai makanan lebih cepat dibandingkan agen hayati atau makhluk hidup yang lain," jelasnya dikanal Youtube CapCapung.