Langit7, Jakarta - Sampah masih menjadi momok bagi seluruh lapisan masyarakat. Masalah penanganan sampah yang tidak optimal menjadikannya sebagai sarang penyakit, bahkan tidak jarang sampah sering dituduh sebagai salah satu penyebab banjir.
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hampir separuh dari total sampah atau sebesar 45,4 persen komposisi sampah di ibu kota berasal dari sampah organik. Untuk itu diperlukan langkah tepat dalam pengelolaan sampah tersebut.
Salah satu yang bisa dimanfaatkan yakni dengan budi daya maggot. Di mana satu kilogram dari larva lalat tentara hitam atau
black soldier fly (BSF) ini mampu memangkas 2-5 kilogram setiap harinya.
Baca juga: Muslim Ini Berhasil Kembangkan Usaha AquascapeJumlah tersebut diyakini dapat membantu pengurangan sampah organik di Jakarta secara signifikan. Selain mengatasi masalah sampah, maggot juga memiliki nilai ekonomis di pasaran karena proteinnya yang tinggi dan biasa dijadikan sebagai alternatif pakan ternak.
Hal itu juga yang membuat Aminudi mulai mengelola sampah yang ada di Depok dengan menggunakan budi daya maggot. Sebagai CEO Biomagg yang merupakan
startup yang bergerak dalam pengelolaan sampah, ia berupaya mengolah sampah organik dengan teknologi biokonversi menggunakan lalat BSF.
"Kita mulai di tahun 2016 dengan bermodalkan hanya Rp500 ribu. Jadi maggot lalat tentara hitam ini mampu mengurai makanan lebih cepat dibandingkan agen hayati atau makhluk hidup yang lain," jelasnya dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga: Bagaimana Ketentuan Pinjam-Meminjam dalam Islam?Selain mengatasi masalah sampah, kata dia, maggot juga bisa digunakan untuk hampir seluruh pakan ternak. Di antaranya ikan air tawar maupun air laut, unggas, hingga kambing.
Apalagi kandungan proteinnya yang juga cukup tinggi, yakni sekitar 40-50 persen. Ditambah lagi dengan asam amino yang lengkap dan dibutuhkan bagi kesehatan ternak.
Aminudi mengaku saat ini telah mengirimkan produk maggotnya hingga ke negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.
Baca juga: Momentum Indonesia Ajak Dunia Terapkan Green EconomyMenurutnya, untuk bisa sukses di dunia pertanian, dibutuhkan mental dan pola pikir seorang pengusaha. Selain itu, juga pentingnya mengedepankan sebuah proses ketimbang memikirkan hasil akhirnya.
"Kalau menurut saya modal nomor sekian, yang terpenting adalah mental, fokus dan persistensi dengan apa yang dijalankan," tambahnya.
(zul)