Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 30 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Kolom Ekonomi Syariah:Untuk Apa Surplus Perdagangan Kita?

prof dr bambang setiaji Senin, 07 April 2025 - 05:18 WIB
Kolom Ekonomi Syariah:Untuk Apa Surplus Perdagangan Kita?
LANGIT7.ID-Dalam interaksi ekonomi global, Indonesia mewakili dunia Islam dan dunia ketiga yang bersandar kepada sumber daya alam. Data menunjukkan perkembangan perdagangan yang bagus selama 10 tahun terakhir, ekspor meningkat dari USD 176,3 milyar pada tahun 2014 menjadi USD 258,8 milyar, sementara impor meningkat dari USD 178,2 milyar menjadi USD 222,1 milyar. Pada tahun 2014 terjadi defisit perdagangan sebesar - USD 1,9 milyar menjadi surplus sebesar USD 36,7 milyar. Cadangan devisa juga meningkat dari 2014 sebesar US$111,9 miliar, menjadi 2024 US$155,7 miliar, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Surplus perdagangan dan cadangan devisa tersebut bertentangan dengan nilai rupiah yang terus terdepresiasi. Surplus perdagangan normalnya diikuti dengan kenaikan atau kestabilan kurs. Bahkan banyak analis mengatakan terdapat bayang bayang krisis ekonomi, mengapa ini terjadi? Jika dianalisis ternyata Indonesia, dunia Islam, dan dunia ketiga umumnya menggunakan surplus ekspornya untuk membiayai permintaan jasa jasa luar negeri, atau dengan kata lain hasil penjualan luar negeri kita habis digunakan untuk beberapa hal berikut.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Welfare State Dalam Agama

Pertama, membiayi jasa jasa luar negeri, misalnya membayar jasa perjalanan dan akomodasi baik angkutan barang dan juga wisata, asuransi, studi di luar negeri, penugasan pemerintah kedutaan kedutaan, dan juga haji, umrah yang sangat signifikan serta remitansi pekerja asing. Kedua, membayar pokok dan bunga atau margin luar negeri, dan ketiga membayar deviden luar negeri investasi asing, atau apa yang disebut repartiasi. Di samping itu para eksportir kita juga sebagian besar adalah pemain asing yang berinvestasi di sektor sektor sumber daya alam. Ketiga hal tersebut di atas menyebabkan ketidak sambungan antara kinerja perdagangan atau peningkatan ekspor dengan kondisi ekonomi yang dibayangi oleh krisis. Tarif baru US hanyalah bagian kecil dari masalah fundamental dan jangka panjang di atas.

Penggabungan neraca perdagangan komiditi dengan kebutuhan jasa jasa luar negeri menghasilkan neraca berjalan yang defisit dalam jangka panjang. Dari mana menutup defisist ini, dari investasi asing yang masuk. Devisit perdangana komoditi dan jasa boleh dikatakan memenuhi konsumsi jangka pendek, ternyata ditutup dengan mengundang investasi asing yang bersifat jangka panjang dengan memberikan lisensi lisensi pengolahan SDA dan masuk di industri industri vital – hajat hidup rakyat banyak. Ini adalah perilaku yang salah, menutup konsumsi jangka pendek dengan katakanlah menggadaikan sawah dan ladang kita, SDA.
Untuk menutup kekurangan kita mengundang lagi lebih banyak investasi asing atau menggadaikan lebih banyak ladi aset aset SDA. Hal inilah sumber masalah jangka panjang Indonesia dunia Islam dan dunia ketiga lainnya.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Krisis Ekonomi dan Agama

Solusi untuk mengatasi masalah jangka panjang juga dengan memeperbaiki masalah mendasar kita yaitu, mengolah SDA sendiri, mengurangi permintaan jasa keluar negeri, termasuk studi, dan perjalanan baik piknik dan religi, staf kedutaan, tenaga asing, dan investasi asing yang akan membawa keuntungan bisnisnya kembali ke negaranya dan juga bunga obligasi atas pinjaman kita ke luar negeri.(*Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 30 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)