Langit7, Jakarta -
Aquascape merupakan seni bercocok tanam di dalam air, yang biasa menggunakan akuarium sebagai medianya. Di dalamnya, terdapat perpaduan objek seperti batu, kayu, substrat, dan berbagai jenis tanaman air yang sesuai dengan ekosistemnya.
Aquascape sendiri sudah cukup dikenal sejak bertahun-tahun silam di Indonesia. Tapi yang menarik, di tengah pandemi Covid-19, seni bercocok tanam di dalam air ini kembali mengalami tren yang melonjak.
Terbukti dari data
google trends menunjukkan
aquascape sempat mengalami tren meningkat signifikan pada akhir tahun lalu. Walaupun tren itu kini sudah berangsur menurun, tapi bukan berarti
aquascape kehilangan jati dirinya.
Baca juga: Momentum Indonesia Ajak Dunia Terapkan Green EconomySeperti pengakuan salah satu pengusaha
aquascape asal Depok, Riswandi. Menurutnya,
aquascape tidak akan pernah hilang dari hati peminatnya karena menghadirkan sebuah pemandangan unik dengan ciri khas tersendiri.
Begitu juga dengan dirinya yang merupakan pehobi dalam dunia
aquascape ini. Baginya, dengan keunikan tanaman di dalam sebuah akuarium mampu menjadikan pengobat stres dan menambah kesejukan ruangan rumah.
"Saya lebih memilih untuk menjadi pengusaha di usia muda. Dengan begitu, bisa berkontribusi dan memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan," katanya dikanal Youtube JagaLilin.
Baca juga: Ini Cara Jadi Investor di Pasar Modal SyariahTerbukti melalui usahanya itu ia telah memiliki 25 orang karyawan yang membantunya.
"Walaupun sedikit tapi sangat berharga bagi hidup saya. Sebenarnya hidup itu adalah kita bisa bikin orang bahagia," ujarnya.
Riswandi mengatakan, walaupun sebenarnya tren aquascape sudah
booming sejak beberapa tahun silam, tapi kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum tahu soal dunia hobi satu ini. Ditambah lagi, tidak semua orang memiliki keterampilan untuk bisa membuat sebuah
aquascape.
Dari situ ia meyakini bahwa prospek bisnis aquascape ini masih cukup cerah ke depan.
"Sebenarnya potensi
aquascape masih sangat baik, karena belum banyak yang berkecimpung di dunia
aquascape. Jadi selain potensinya yang luar biasa, juga ada nilai ekonomis yang tinggi di situ," jelasnya.
Baca juga: Penghubung Pemilik Dana dengan Petani dan UMKMBanyak peluang yang bisa digali dari bisnis
aquascape. Di antaranya dengan menjual beragam kebutuhan alat dan bahan pendukungnya, hingga jasa pembuatan
aquascape.
Riswandi sendiri merupakan salah satu orang yang pernah menggarap proyek terbesar dari bidang yang digelutinya ini. Salah satunya adalah pembuatan paludarium terbesar milik pelawak kondang Deni Cagur.
Baginya, rasa syukur merupakan yang utama dalam menjalankan bisnis. Ia juga selalu mengedepankan rasa kebermanfaatan bagi orang-orang di sekelilingnya.
"Saya pribadi lebih memilih untuk bisa membantu orang lain dan punya hidup lebih baik lagi. Intinya adalah kita harus produktif dan juga berguna bagi orang lain dan juga masyarakat," tambahnya.
(zul)