Langit7, Jakarta - Perkembangan teknologi, berdampak pada hubungan kerja sama bisnis yang juga semakin memberikan kemudahan. Seperti kehadiran salah satu
platform peer-to-peer (P2P)
lending yang berfokus pada industri agrikultur di Indonesia,
TaniFund.
Platform ini menjadi wadah penghubung bagi pemilik dana dengan petani lokal dan pengusaha UMKM melalui pinjaman modal produktif dengan risiko terukur yang berdampak sosial. Selain itu,
TaniFund merupakan P2P lending agrikultur pertama di Indonesia yang berizin OJK.
Dalam Surat Tanda Berizin KEP-64/D.05/2021 yang diterbitkan pada 2 Agustus 2021, TaniFund bergabung bersama 68 P2P lending lainnya dengan predikat berizin dan diawasi OJK. Dari daftar tersebut,
TaniFund menjadi satu-satunya P2P lending yang bergerak di sektor agrikultur dengan izin OJK.
Baca juga: BSI Ajak Polri Ikut Manfaatkan Fasilitas Perbankan SyariahDikutip dari keterangan resminya,
Chief Strategy Officer TaniHub Group, Natalia Rialucky Marsudi mengatakan, kehadiran
TaniFund yang memiliki lisensi OJK ini juga menargetkan untuk menyalurkan pendanaan baru sebesar Rp700 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
“Harapan kami di TaniFund yaitu ingin lebih luas lagi menciptakan dampak sosial dengan memberikan akses inklusi keuangan dan permodalan bagi petani serta pengusaha UMKM lokal melalui ekosistem kami,” ujarnya.
Dia juga meyakini, dengan lisensi OJK
TaniFund dapat mengundang lebih banyak lender baru dan mendorong
lender lama untuk meningkatkan pendanaan mereka. Pasalnya, lisensi OJK akan menunjukkan kesiapan
TaniFund dalam mengurasi proyek pendanaan.
Baca juga: Mantap Hijrah, Uki Eks Noah Fokus Jadi PengusahaHingga saat ini,
TaniFund telah menyalurkan pendanaan dari para lender sebesar Rp372,32 miliar kepada lebih dari 5.000 mitra petani dan pengusaha UMKM pangan.
Sebagai informasi,
TaniFund adalah sister
company dari
TaniHub (Pasar Online Produk Pertanian). Kelahiran
TaniFund sendiri bertujuan untuk memberikan modal usaha bagi para petani yang ada di Indonesia.
TaniFund juga membantu kelompok tani yang kesulitan menjual hasil panen, baik karena kurangnya akses penjualan maupun yang kesulitan menghadapi
trading terms. Sebab, misi utama
TaniHub Group adalah memotong rantai distribusi, sehingga disparitas harga antara petani dan pembeli menjadi lebih kecil.
(zul)