Langit7, Jakarta - Bank Syariah Indonesia (BSI) bekerja sama dengan Polri guna meningkatkan pengamanan, pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah.
Kerja sama itu diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman keduanya. Kesepakatan itu diyakini menjadi langkah awal bagi BSI dan Polri dalam menguatkan ekonomi syariah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Pemerintah Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital Majukan Ekonomi SyariahDalam kolaborasi tersebut, BSI mendukung Polri dalam hal pendampingan sebagai mitra perbankan syariah melalui produk dan layanan yang modern, digital dan kompetitif.
"BSI juga berupaya memberikan segenap manajemen dan anggota POLRI yang jumlahnya lebih dari 470 ribu orang untuk bertransaksi keuangan sesuai prinsip syariah," ujar Direktur Utama BSI, Hery Gunardi melalui keterangan tertulis, dikutif Senin (22/11).
Hery mengatakan, akselerasi digital menjadi salah satu fokus BSI dalam menggenjot bisnis. Hal ini tercermin dari transaksi kumulatif BSI Mobile yang mencapai 74,24 juta transaksi atau tumbuh 133 persen secara tahunan (yoy).
Baca juga: Wapres Bersama BAZNAS Salurkan Bantuan Program KJU bagi 100 Pelaku UMKMHal lainnya juga ditunjukkan dengan kenaikan transaksi melalui e-channel pada September 2021 yang mencapai 162,40 juta transaksi atau 95 persen transaksi di BSI sudah menggunakan e-channel.
Selain mendorong transaksi digital, perolehan laba bersih yang gemilang ditopang pula kinerja berbagai sektor. Di antaranya perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp219,19 triliun.
Pihaknya juga akan terus meningkatkan pertumbuhan tabungan, khususnya tabungan wadiah. Di mana tabungan wadiah tumbuh signifikan sebesar 16,22 persen yoy atau mencapai Rp30,35 triliun pada September 2021.
Baca juga: Hadapi Silver Ekonomi, Bappenas Luncurkan Strategi KelanjutusiaanSementara itu, untuk total tabungan bertumbuh 11,57 persen yoy yang mencapai Rp91,43 triliun pada kurun waktu yang sama.
“Kami meyakini bahwa peran Polri sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat memerlukan dukungan seluruh pihak. Untuk itu diperlukan kolaborasi dan sinergi yang baik dalam membangun perekonomian dan pembangunan Indonesia”, ujarnya.
(zul)