Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
BI Agendakan Survei Keuangan Inklusif Bulan Depan
Mahmuda attar hussein
Rabu, 24 November 2021 - 17:30 WIB
Gedung Bank Indonesia. Foto: Langit7/Istock
Bank Indonesia (BI) bersama Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) bakal melaksanakan Survei Nasional Keuangan Inklusif tahun 2021 kepada 7.500 responden di 34 provinsi seluruh Indonesia.
Survei tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan dan kontribusi BI terhadap Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Di samping itu, guna menghasilkan data yang berkualitas sebagai salah satu kunci memperkuat pemantauan dan evaluasi implementasi SNKI.
“Indikator yang dihasilkan dari survei akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan oleh pemangku kepentingan. Untuk itu, kita harus mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan objektivitas data dan informasi yang dihasilkan dari survei ini," jelas Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, dalam kegiatan Kick Off Survei Nasional Keuangan Inklusif, Rabu (24/11)
Baca juga: Hasilkan Rupiah Sekaligus Atasi Masalah Sampah Organik
Survei itu rencananya dilaksanakan pada Desember 2021 dan akan didiseminasikan pada triwulan I 2022. Pelaksanaan survei bertujuan untuk mengukur capaian dan memonitor pelaksanaan SNKI dalam bentuk indeks keuangan inklusif, serta memberikan masukan yang bermanfaat bagi pelaksanaan strategi ke depan.
Di antaranya seperti penguatan program kelompok kerja (Pokja) DNKI, serta target kelompok dan wilayah yang disasar. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan SNKI 2021 dilaksanakan sepenuhnya oleh Lembaga Domestik.
"Untuk mendukung pencapaian target keuangan inklusif sebesar 90 persen pada 2024, BI juga telah menyusun berbagai kebijakan dan program," katanya.
Survei tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan dan kontribusi BI terhadap Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Di samping itu, guna menghasilkan data yang berkualitas sebagai salah satu kunci memperkuat pemantauan dan evaluasi implementasi SNKI.
“Indikator yang dihasilkan dari survei akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan oleh pemangku kepentingan. Untuk itu, kita harus mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan objektivitas data dan informasi yang dihasilkan dari survei ini," jelas Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, dalam kegiatan Kick Off Survei Nasional Keuangan Inklusif, Rabu (24/11)
Baca juga: Hasilkan Rupiah Sekaligus Atasi Masalah Sampah Organik
Survei itu rencananya dilaksanakan pada Desember 2021 dan akan didiseminasikan pada triwulan I 2022. Pelaksanaan survei bertujuan untuk mengukur capaian dan memonitor pelaksanaan SNKI dalam bentuk indeks keuangan inklusif, serta memberikan masukan yang bermanfaat bagi pelaksanaan strategi ke depan.
Di antaranya seperti penguatan program kelompok kerja (Pokja) DNKI, serta target kelompok dan wilayah yang disasar. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan SNKI 2021 dilaksanakan sepenuhnya oleh Lembaga Domestik.
"Untuk mendukung pencapaian target keuangan inklusif sebesar 90 persen pada 2024, BI juga telah menyusun berbagai kebijakan dan program," katanya.