Begini Tolak Ukur Pemulihan Ekonomi
Mahmuda attar hussein
Sabtu, 27 November 2021 - 11:30 WIB
Kepala Ekonomi Pusat Belajar Rakyat, Awalil Rizky. Foto: Langit7/Istock
Pemulihan ekonomi sering dianggap sebagai pertumbuhan ekonomi. Bahkan parahnya pemulihan ekonomi juga sering salah kaprah dipahami dengan menganggapnya sebagai pertumbuhan PDB nasional.
Kepala Ekonomi Pusat Belajar Rakyat, Awalil Rizky mengatakan hal itu merupakan kekeliruan yang sering terjadi di masyarakat.
"Padahal dalam ekonomi, pertumbuhan PDB sebetulnya tidak sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan ekonomi. Sebab, pertumbuhan PDB biasanya diukur dalam jangka waktu tertentu, seperti kurun waktu triwulan atau tahunan. Sementara pertumbuhan ekonomi merupakan PDB riil per kapita dalam jangka panjang," jelasnya di Webinar Pemuliuan Ekonomi di Tengah Kenaikan Inflasi Dunia, Jumat (26/11).
Baca juga: Ekonom Sebut Terjadi Masalah Supply Chain di Situasi Pandemi
Untuk itu, perlu diamati lebih lanjut terkait pemulihan ekonomi. Apalagi, pemulihan ekonomi juga bakal tersendat akibat inflasi yang terjadi di negara maju.
Pemulihan ekonomi mestinya juga diukur dari kondisi ketenagakerjaan. Sehingga, tidak hanya bisa dilihat dari pertumbuhan PDB.
"Selain itu, kita juga perlu melihat faktor perkembangan kondisi kemiskinan. Juga kredit perbankan yang menjadi 'darah' dalam perekonomian," jelasnya.
Kepala Ekonomi Pusat Belajar Rakyat, Awalil Rizky mengatakan hal itu merupakan kekeliruan yang sering terjadi di masyarakat.
"Padahal dalam ekonomi, pertumbuhan PDB sebetulnya tidak sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan ekonomi. Sebab, pertumbuhan PDB biasanya diukur dalam jangka waktu tertentu, seperti kurun waktu triwulan atau tahunan. Sementara pertumbuhan ekonomi merupakan PDB riil per kapita dalam jangka panjang," jelasnya di Webinar Pemuliuan Ekonomi di Tengah Kenaikan Inflasi Dunia, Jumat (26/11).
Baca juga: Ekonom Sebut Terjadi Masalah Supply Chain di Situasi Pandemi
Untuk itu, perlu diamati lebih lanjut terkait pemulihan ekonomi. Apalagi, pemulihan ekonomi juga bakal tersendat akibat inflasi yang terjadi di negara maju.
Pemulihan ekonomi mestinya juga diukur dari kondisi ketenagakerjaan. Sehingga, tidak hanya bisa dilihat dari pertumbuhan PDB.
"Selain itu, kita juga perlu melihat faktor perkembangan kondisi kemiskinan. Juga kredit perbankan yang menjadi 'darah' dalam perekonomian," jelasnya.