Pesantren Az-Zikra Gunung Sindur, Tempat Almarhum Ameer Azzikra Menuntut Ilmu
Muhajirin
Selasa, 30 November 2021 - 16:52 WIB
Pesantren Azzikra Gunung Sindur berada di area seluas 12 hektar (foto: istimewa)
Sebelum meninggal dunia, almarhum Ameer Azzikra dan kakaknya Alvin Faiz sudah mengelola Pondok Pesantren Az-Zikra yang berada di Cibadung Gunung Sindur, Jawa Barat. Pondok pesantren itu juga menjadi tempat Ameer menuntut ilmu. Tempaan di Pesantren Azzikra membuat almarhum Ameer Azzikra bisa menjadi dai di usia yang sangat muda.
Baca Juga: Mengenang Ameer Azzikra: Dai dan Pengusaha Sejak Belia, Saat Menikah Sumbang 1 M untuk Palestina
Pesantren tersebut didirikan oleh Almarhum Ustadz Arifin Ilham, ayahanda Ameer Azzikra. Pembangunan pesantren itu dimulai setelah Ustadz Arifin melakukan kegiatan dakwah sekitar 20 tahun melalui Majelis Az-Zikra yang bermula di Depok, Jawa Barat. Kemudian pindah ke Sentul, Bogor.
Pesantren yang dibangun pada 2014 itu memiliki nama lain Islamic Centre Az-Zikra Jabal Sindur. Pesantren tersebut dibangun di atas tanah 12 hektar lebih yang berasal dari tanah wakaf.
Pada tahap awal, Pesantren Az-Zikra membuka jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bernama SMP Al-Qur’an As-Sunnah Az-Zikra. Kemudian menyusul pembangunan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Para santri berasal dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Baca Juga: Mengenang Ameer Azzikra: Dai dan Pengusaha Sejak Belia, Saat Menikah Sumbang 1 M untuk Palestina
Pesantren tersebut didirikan oleh Almarhum Ustadz Arifin Ilham, ayahanda Ameer Azzikra. Pembangunan pesantren itu dimulai setelah Ustadz Arifin melakukan kegiatan dakwah sekitar 20 tahun melalui Majelis Az-Zikra yang bermula di Depok, Jawa Barat. Kemudian pindah ke Sentul, Bogor.
Pesantren yang dibangun pada 2014 itu memiliki nama lain Islamic Centre Az-Zikra Jabal Sindur. Pesantren tersebut dibangun di atas tanah 12 hektar lebih yang berasal dari tanah wakaf.
Pada tahap awal, Pesantren Az-Zikra membuka jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bernama SMP Al-Qur’an As-Sunnah Az-Zikra. Kemudian menyusul pembangunan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Para santri berasal dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.