LANGIT7.ID - Sebelum meninggal dunia, almarhum Ameer Azzikra dan kakaknya Alvin Faiz sudah mengelola Pondok Pesantren Az-Zikra yang berada di Cibadung Gunung Sindur, Jawa Barat. Pondok pesantren itu juga menjadi tempat Ameer menuntut ilmu. Tempaan di Pesantren Azzikra membuat almarhum Ameer Azzikra bisa menjadi dai di usia yang sangat muda.
Baca Juga: Mengenang Ameer Azzikra: Dai dan Pengusaha Sejak Belia, Saat Menikah Sumbang 1 M untuk Palestina
Pesantren tersebut didirikan oleh Almarhum Ustadz Arifin Ilham, ayahanda Ameer Azzikra. Pembangunan pesantren itu dimulai setelah Ustadz Arifin melakukan kegiatan dakwah sekitar 20 tahun melalui Majelis Az-Zikra yang bermula di Depok, Jawa Barat. Kemudian pindah ke Sentul, Bogor.
Pesantren yang dibangun pada 2014 itu memiliki nama lain Islamic Centre Az-Zikra Jabal Sindur. Pesantren tersebut dibangun di atas tanah 12 hektar lebih yang berasal dari tanah wakaf.
Pada tahap awal, Pesantren Az-Zikra membuka jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bernama SMP Al-Qur’an As-Sunnah Az-Zikra. Kemudian menyusul pembangunan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Para santri berasal dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Sekolah yang dibuka adalah sekolah umum, yakni SMP dan SMA. Pembangunan jenjang pendidikan formal itu untuk menyiapkan pengganti atau penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini. Para santri bisa menjadi dokter, insinyur, bahkan presiden. Namun mereka hidup dalam bingkai Al-Qur’an dan Sunnah atau generasi Rabbani.
Maka para pengurus Pesantren Az-Zikra memberikan pendidikan selama 24 jam kepada para santri. Ada banyak banyak ilmu yang diajarkan sebagai modal penting bagi mereka untuk menjadi generasi rabbani. Generasi yang selalu berpegang teguh dan mengamalkan Al-Qur’an maupun Sunnah Rasul.
Selain materi pelajaran sesuai kurikulum nasional, Pesantren Az-Zikra sangat menekankan pelajaran pemahaman Al-Qur’an, terutama cara membaca yang benar dan menghafal kitab suci tersebut. Maka itu, Pesantren Az-Zikra mengajarkan ilmu-ilmu pendukung untuk memahami Al-Qur’an seperti bahasa Arab, nahwu, sharaf, balaghah, dan mantiq.
Ada pula kelas khusus untuk para santri yang memilih fokus menghafal Al-Qur’an. Santri yang memiliki kelebihan berupa suara juga disediakan kelas khusus belajar qiroah Al-Qur’an.
Hal tak kalah penting adalah, Pesantren Az-Zikra membiasakan tujuh sunnah Rasulullah setiap hari. Sunnah itu yakni qiyamul lail, tadabbur Al-Qur’an, shalat berjamaah di masjid, shalat dhuha, puasa Senin-Kamis, sedekah, menjaga wudhu, serta zikir dan wirid setiap saat.
Setiap tahun, para santri ditarget menghafal minimal satu juz Al-Qur’an. Meski begitu, banyak santri Az-Zikra mampu menghafal 30 juz lebih cepat dari waktu yang ditentukan.
Kurikulum Az-ZikraPondok Pesantren Az-Zikra berfokus pada Pendidikan Tahfidz dan ilmu DIniyah. Pada tahun ajaran 2020/2021 telah dibuka program baru, yakni Program Muadalah. Program Muadalah merupakan program pesantren yang harus ditempuh selama 6 tahun.
Jenjang ini setara dengan MTs dan MA namun nyambung, tidak terpisah. Mirip dengan model pesantren lain di Indonesia yang memiliki kurikulum khusus, seperti Sidogiri dan Gontor dengan ijazah muadalah.
Selain program itu, Az-Zikra juga memiliki program Madrasah Aliyah Plus yang merupakan program khusus 3 tahun (Boarding School) setara SMA Jurusan IPS. Ada pula program Ibtidaiyah Plus yang Non-Boarding selama 6 tahun. Program Ibtidaiyah Plus merupakan program pesantren tahfidz 10 juz.
Kembangkan Wisata AgribisnisBelakangan Pesantren Az-Zikra mengembangkan wisata agribisnis dengan meluncurkan kebun hidroponik. Para pengunjung yang datang ke pesantren disuguhkan dengan kebun hidroponik tanpa pestisida. Ini menandakan ada unsur wirausaha yang dikembangkan untuk mengasah skill para santri.
Selain itu, Pesantren Az-Zikra dikenal dengan kondisi yang cukup bersih lengkap dengan tata ruang yang bagus, dengan gedung-gedung artistik. Pesantren ini juga memfasilitasi para santri melakukan hobi masing-masing, seperti berenang, berkuda bahkan memanah.
(jqf)