Gaya Komunitas Burdah Syiarkan Maulid dengan Seni Musik
Fajar adhitya
Kamis, 02 Desember 2021 - 19:40 WIB
Komunitas Burdah di Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad. Foto: Istimewa.
Banyak cara untuk mengekspresikan cinta kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Salah satunya lewat kesenian musik yang dipadu dengan Shalawat Burdah dan pembacaan maulid Nabi Muhammad.
Baru-baru ini, Komunitas Burdah di Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad. Tak hanya diikuti masyarakat setempat, perayaan maulid juga menjaring anak-anak jalanan, punk, dan kelompok marjinal lainnya untuk bershalawat.
Komunitas Burdah memang komunitas anak jalanan, jamaah burdah yang dibina oleh Habib Ahmad bin Hasan Al Kaff. Berbeda dengan majelis shalawat pada umumnya, pembacaan maulid dan shalawat di majelis Komunitas Burdah dilakukan oleh tim qasidah yang mayoritas “santri” jalanan.
Baca Juga:Mahasiswa UI Raih Juara Pertama Lomba Cipta Puitisasi Alquran
Ciri yang biasa lekat dengan kelompok marjinal seperti tato dan penampilan yang urakan terlihat jelas. Namun, ketika mereka membacakan Shalawat Burdah, suasana majelis berubah 180 derjat menjadi sangat syahdu dan khusyuk.
Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotut Thalibin Hidayatul Quran, Randudongkal KH Fatul Munir yang memberi mauizah hasanah pun dibuat takjub dengan penampilan santri-santi jalanan binaan Habib Ahmad bin Hasan Al Kaff.
Baca Juga:Sabet 8 Gelar dalam Ajang Olimpiade Vokasi Indonesia 2021
Baru-baru ini, Komunitas Burdah di Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad. Tak hanya diikuti masyarakat setempat, perayaan maulid juga menjaring anak-anak jalanan, punk, dan kelompok marjinal lainnya untuk bershalawat.
Komunitas Burdah memang komunitas anak jalanan, jamaah burdah yang dibina oleh Habib Ahmad bin Hasan Al Kaff. Berbeda dengan majelis shalawat pada umumnya, pembacaan maulid dan shalawat di majelis Komunitas Burdah dilakukan oleh tim qasidah yang mayoritas “santri” jalanan.
Baca Juga:Mahasiswa UI Raih Juara Pertama Lomba Cipta Puitisasi Alquran
Ciri yang biasa lekat dengan kelompok marjinal seperti tato dan penampilan yang urakan terlihat jelas. Namun, ketika mereka membacakan Shalawat Burdah, suasana majelis berubah 180 derjat menjadi sangat syahdu dan khusyuk.
Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotut Thalibin Hidayatul Quran, Randudongkal KH Fatul Munir yang memberi mauizah hasanah pun dibuat takjub dengan penampilan santri-santi jalanan binaan Habib Ahmad bin Hasan Al Kaff.
Baca Juga:Sabet 8 Gelar dalam Ajang Olimpiade Vokasi Indonesia 2021