Covid-19
Penemu Vaksin AstraZeneca: Dunia Harus Siap Serangan Virus Berikutnya
Muhammad rifai akif
Senin, 06 Desember 2021 - 17:36 WIB
Para pekerja yang mengenakan saat jam pulang kantor di masa pandemi COVID-19 di Bangkok (18/3/2021). Foto: LANGIT7/iStock
Pandemi di masa depan bisa lebih mematikan daripada COVID-19 sehingga pelajaran yang dipetik dari wabah tidak boleh disia-siakan dan dunia harus memastikan siap untuk serangan virus berikutnya, kata pencipta vaksin Oxford-AstraZeneca, Sarah Gilbert.
Virus corona baru telah membunuh 5,26 juta orang di seluruh dunia, menurut Universitas Johns Hopkins. Kondisi tersebut telah menghapus triliunan dolar dalam output ekonomi dan membalikkan kehidupan bagi miliaran orang.
"Yang benar adalah, yang berikutnya bisa lebih buruk. Bisa lebih menular, atau lebih mematikan, atau keduanya," kata Sarah dalam wawancara Richard Dimbleby Lecture, seperti dikutip dari BBC, Senin (6/12/2021).
Baca juga: Cegah Omicron, Wapres Minta Pintu Masuk Diperketat
"Ini bukan kali terakhir virus mengancam hidup dan mata pencaharian kita." tambahnya.
Sarah Gilbert adalah seorang profesor vaksinologi di Universitas Oxford, mengatakan dunia harus memastikan lebih siap menghadapi virus berikutnya.
“Kemajuan yang telah kita buat, dan pengetahuan yang telah kita peroleh, tidak boleh hilang,” katanya.
Virus corona baru telah membunuh 5,26 juta orang di seluruh dunia, menurut Universitas Johns Hopkins. Kondisi tersebut telah menghapus triliunan dolar dalam output ekonomi dan membalikkan kehidupan bagi miliaran orang.
"Yang benar adalah, yang berikutnya bisa lebih buruk. Bisa lebih menular, atau lebih mematikan, atau keduanya," kata Sarah dalam wawancara Richard Dimbleby Lecture, seperti dikutip dari BBC, Senin (6/12/2021).
Baca juga: Cegah Omicron, Wapres Minta Pintu Masuk Diperketat
"Ini bukan kali terakhir virus mengancam hidup dan mata pencaharian kita." tambahnya.
Sarah Gilbert adalah seorang profesor vaksinologi di Universitas Oxford, mengatakan dunia harus memastikan lebih siap menghadapi virus berikutnya.
“Kemajuan yang telah kita buat, dan pengetahuan yang telah kita peroleh, tidak boleh hilang,” katanya.