Waspada Varian Omicron, Pemerintah Dorong Vaksinasi bagi Kelompok Rentan dan Anak-Anak
Muhammad rifai akif
Senin, 06 Desember 2021 - 20:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi dan memonitor perkembangan varian Omicron yang telah terdeteksi di 45 negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah meminta adanya genome sequencing, membatasi kegiatan masyarakat, dan menyegerakan pelaksanaan vaksin untuk masyarakat rentan.
"Dalam hal ini karena yang banyak juga terdampak adalah anak-anak, maka vaksinasi anak-anak perlu untuk terus didorong," ujar Menko Perekonomian dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 6 Desember 2021, selepas rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga:Cegah Omicron, Wapres Minta Pintu Masuk Diperketat
Selain percepatan vaksinasi bagi anak-anak, Jokowi juga meminta agar pelaksanaan vaksinasi booster terus dipersiapkan sehingga pada bulan Januari mendatang dapat dilakukan penyuntikan. Pelaksanaan vaksinasi booster tersebut akan diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan.
"Jadi kami sedang akan memfinalkan terkait dengan vaksin berbasis PBI dan juga vaksin non-PBI," ujarnya.
Terkait dengan persiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru),Jokowi meminta agar berbagai kegiatan diikuti maksimal 50 orang. Kebijakan pembatasan kegiatan saat Nataru akan disesuaikan dengan imbauan dari WHO dan dituangkan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri.
Baca Juga:Varian Omicron Sudah Masuk Kawasan Asean, Pemerintah Waspada
"Dalam hal ini karena yang banyak juga terdampak adalah anak-anak, maka vaksinasi anak-anak perlu untuk terus didorong," ujar Menko Perekonomian dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 6 Desember 2021, selepas rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga:Cegah Omicron, Wapres Minta Pintu Masuk Diperketat
Selain percepatan vaksinasi bagi anak-anak, Jokowi juga meminta agar pelaksanaan vaksinasi booster terus dipersiapkan sehingga pada bulan Januari mendatang dapat dilakukan penyuntikan. Pelaksanaan vaksinasi booster tersebut akan diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan.
"Jadi kami sedang akan memfinalkan terkait dengan vaksin berbasis PBI dan juga vaksin non-PBI," ujarnya.
Terkait dengan persiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru),Jokowi meminta agar berbagai kegiatan diikuti maksimal 50 orang. Kebijakan pembatasan kegiatan saat Nataru akan disesuaikan dengan imbauan dari WHO dan dituangkan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri.
Baca Juga:Varian Omicron Sudah Masuk Kawasan Asean, Pemerintah Waspada