Menlu: G20 Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi Global
Muhammad rifai akif
Selasa, 07 Desember 2021 - 21:35 WIB
Menlu menyampaikan keterangan pers terkait Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa G20, Selasa (07/12/2021) secara virtual. (Sumber: Tangkapan Layar/Biro Setpres))
Rangkaian pertemuan G20 di bawah presidensi Indonesia resmi dimulai pada Selasa (07/12/2021). Rangkaian ditandai dengan Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa G20 (Sherpa Track) pada tanggal 7 – 8 Desember 2021 di Jakarta.
Dalam Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa G20, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi menekankan bahwa G20 harus menjadi katalis bagi pemulihan global yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca juga:Presidensi G20 Diharapkan Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi Dunia
"Ekspektasi dunia terhadap G20 sangat besar agar dapat memimpin pemulihan global, menghasilkan solusi yang konkret. Dengan demikian, G20 tidak memiliki alternatif kecuali mengambil tanggung jawab agar dapat menghasilkan deliverables yang konkret untuk menjawab tantangan global dari pandemi, lingkungan, sampai ke isu pencapaian SDG’s," ujar Retno.
Menlu menjelaskan, sejak awal keketuaan Indonesia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) selalu menekankan agar pertemuan G20 memberikan manfaat bagi semua, baik bagi negara besar maupun negara kecil.
"Isu inclusiveness sangat terefleksi dari tema besar keketuaan Indonesia, yaitu recover together, recover stronger. Indonesia menekankan bahwa kemitraan dan menciptakan enabling environment sangat penting artinya," kata Retno.
Baca juga:Airlangga: Presidensi G20 Indonesia Butuh Peran Generasi Muda
Dalam Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa G20, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi menekankan bahwa G20 harus menjadi katalis bagi pemulihan global yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca juga:Presidensi G20 Diharapkan Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi Dunia
"Ekspektasi dunia terhadap G20 sangat besar agar dapat memimpin pemulihan global, menghasilkan solusi yang konkret. Dengan demikian, G20 tidak memiliki alternatif kecuali mengambil tanggung jawab agar dapat menghasilkan deliverables yang konkret untuk menjawab tantangan global dari pandemi, lingkungan, sampai ke isu pencapaian SDG’s," ujar Retno.
Menlu menjelaskan, sejak awal keketuaan Indonesia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) selalu menekankan agar pertemuan G20 memberikan manfaat bagi semua, baik bagi negara besar maupun negara kecil.
"Isu inclusiveness sangat terefleksi dari tema besar keketuaan Indonesia, yaitu recover together, recover stronger. Indonesia menekankan bahwa kemitraan dan menciptakan enabling environment sangat penting artinya," kata Retno.
Baca juga:Airlangga: Presidensi G20 Indonesia Butuh Peran Generasi Muda