Kunjungan ke Kalbar, Jokowi Resmikan Bandara Telebian
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 08 Desember 2021 - 10:58 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan Bandar Udara Tebelian di kabupaten Sintang provinsi Kalimantan Barat, Selasa (8/12/2021). Foto: Twitter @jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bandar Udara(Bandara)Tebelian di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar).Jokowi menyebutkan, Bandara Tebilian mampu melayani 75.000 penumpang per tahun.
Pembangunan bandara tersebut menghabiskan anggaransekitar RP518 miliar. "Alhamdulillah puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Bandara Tebelian telah selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan," kata Jokowi di Bandara Tebelian, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (8/12/2021).
Baca Juga:Warga Pengungsi Cerita ke Presiden Jokowi Saat Erupsi Gunung Semeru
"Bandara ini sangat penting untuk melayani peningkatan kebutuhan transportasi udara bagi masyarakat dan melayani arus pergerakan orang yang semakin ramai," ungkapnya.
Menurutnya, pada era kompetisi antarnegara yang semakin sengit, Indonesia harus bergerak dengan lebih cepat, oleh sebab itu kelancaran konektivitas adalah kunci. "Dan kita harus mampu membuat konektivitas antarprovinsi, antardaerah, antarkabupaten semakin mudah dan lancar, terjangkau oleh masyarakat sehingga sentra-sentra ekonomi yang baru akan tumbuh semakin banyak di berbagai daerah," ungkapnya.
Bandara tersebut dibangun untuk menggantikan bandara yang ada saat ini, yaitu Bandara Susilo. Diketahui, Bandara Susilo sudah tidak bisa dikembangkan lagi karena berada di pusat kota dan dikelilingi permukiman.
Baca Juga:Jokowi: Indonesia Masuk 5 Negara Berhasil Kendalikan Covid-19
Pembangunan bandara tersebut menghabiskan anggaransekitar RP518 miliar. "Alhamdulillah puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Bandara Tebelian telah selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan," kata Jokowi di Bandara Tebelian, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (8/12/2021).
Baca Juga:Warga Pengungsi Cerita ke Presiden Jokowi Saat Erupsi Gunung Semeru
"Bandara ini sangat penting untuk melayani peningkatan kebutuhan transportasi udara bagi masyarakat dan melayani arus pergerakan orang yang semakin ramai," ungkapnya.
Menurutnya, pada era kompetisi antarnegara yang semakin sengit, Indonesia harus bergerak dengan lebih cepat, oleh sebab itu kelancaran konektivitas adalah kunci. "Dan kita harus mampu membuat konektivitas antarprovinsi, antardaerah, antarkabupaten semakin mudah dan lancar, terjangkau oleh masyarakat sehingga sentra-sentra ekonomi yang baru akan tumbuh semakin banyak di berbagai daerah," ungkapnya.
Bandara tersebut dibangun untuk menggantikan bandara yang ada saat ini, yaitu Bandara Susilo. Diketahui, Bandara Susilo sudah tidak bisa dikembangkan lagi karena berada di pusat kota dan dikelilingi permukiman.
Baca Juga:Jokowi: Indonesia Masuk 5 Negara Berhasil Kendalikan Covid-19