LANGIT7.ID, Lumajang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung pengungsian warga korban erupsi Gunung Semeru di Lapangan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Selasa (7/12). Momen tersebut dimanfaatkan sejumlah warga pengungsi untuk bercerita kepada Jokowi saat kejadian erupsi melanda kawasan tersebut.
Seorang warga dari Dusun Kamar Kajang bercerita bahwa sebelum kejadian mereka telah mendapatkan peringatan dari pos pemantauan melalui telepon genggam mereka. Namun, mereka tidak menyangka jika erupsi pada Sabtu (4/12) ternyata lebih besar dari yang mereka perkirakan.
Baca juga: 3.697 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Semeru"Ada pemberitahuan, di HP sudah ada. Cuma dikira kecil Pak, dikira banjir kecil. 25 getarannya biasanya kecil. Nanti ada susulan yang lebih besar biasanya. Kalau pos pantau selalu siaga," ungkap salah seorang warga.
"Paniknya itu cuma panik abu, abunya itu loh Pak, kan gelap. Posisi jam 3 sore itu kejadian abu vulkanik. Hujan abu dulu, gelap, disusul lahar dingin," timpal seorang warga lainnya.
Usai kejadian, warga terdampak sempat mengecek rumah mereka masing-masing melalui jalur yang bisa dilewati. Seorang warga bercerita bagaimana erupsi Gunung Semeru telah menewaskan banyak ternak peliharaannya. Sementara warga lainnya bercerita bagaimana ia masih mencari beberapa keluarganya yang masih hilang.
Baca juga: Kisah Pilu Rumini, Korban Erupsi Semeru Wafat Sebab Tak Mau Tinggalkan NenekKepada Presiden, warga meminta agar infrastruktur yang hancur bisa segera diperbaiki. Menanggapi hal itu, Jokowi mengatakan akan segera membangun dan memperbaiki rumah-rumah warga terdampak berikut fasilitas publik lainnya, salah satunya seperti jembatan.
"Nggih, rumahnya, jembatannya cepat kita mulai (diperbaiki). Ini Menteri PU sudah saya ajak. Ini baru mengecek semua, nanti segera dikerjakan," kata Presiden Jokowi.
Warga pun tampak senang dengan jawaban yang dilontarkan Jokowi tersebut. Mereka tak lupa mengucapkan terima kasih sebagai rasa syukur. "Terima kasih, Pak," seru para warga.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin, 6 Desember 2021, pukul 20.15 WIB, awan panas guguran Gunung Semeru mengakibatkan kerusakan di sektor permukiman, pendidikan, maupun sarana dan prasarana. Posko masih terus melakukan pemutakhiran terhadap dampak kerugian material, dengan data sementara rumah terdampak 2.970 unit, fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan (Jembatan Gladak Perak) putus 1 unit.
Baca juga: Tinjau Erupsi Semeru, Jokowi Pastikan Tanggap Darurat Berjalan(asf)