DPR Minta Pemerintah Perhatikan Pesantren Swasta
Muhajirin
Kamis, 09 Desember 2021 - 15:35 WIB
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto (Foto: Antara)
Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto, meminta pemerintah memperhatikan madrasah dan pondok pesantren swasta sebagaimana sekolah negeri. Terutama dalam hal sarana dan prasarana agar menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
“Yang pesantren (pesantren/negeri) negeri itu masih layak, malah diberikan perhatian lebih. Tetapi, madrasah yang sama sekali tidak layak belum kunjung diberikan bantuan,” kata Yandri melalui keterangan tertulis, Kamis (9/12/2021).
Menurut Yandri, pemerintah perlu adil dalam membantu sarana dan prasarana pesantren, baik negeri maupun swasta. Dia mencontohkan Pondok Pesantren Kesantrian Santri Taruna Islam Al-Khairiyah, Cilegon, Banten.
Dia menyebut, Al-Khairiyah merupakan salah satu organisasi massa (ormas) Islam tertua di Indonesia. dia berkunjung ke pondok pesantren tersebut pada Selasa (7/12/2021) lalu. Dia merasa prihatin setelah mengamati sarana dan prasarana yang ada di madrasah.
“Komisi VIII berkunjung ke Al-Khairiyah, salah satu ormas Islam yang lahir sebelum Indonesia merdeka. Banyak sekali yang kita dapatkan kali ini. Salah satunya, sarana prasarana madrasah dari tingkat bawah sampai aliyyah masih banyak yang memprihatinkan,” kata Yandri.
Melihat hal itu, Yandri lalu meminta pemerintah, terkhusus Kementerian Agama dan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan anggaran madrasah dan pondok pesantren.
“Kita minta kepada pemerintah, khususnya Kementerian Agama dan Kementerian keuangan, untuk turut meningkatkan anggaran madrasah dan pondok pesantren,” ucap dia.
“Yang pesantren (pesantren/negeri) negeri itu masih layak, malah diberikan perhatian lebih. Tetapi, madrasah yang sama sekali tidak layak belum kunjung diberikan bantuan,” kata Yandri melalui keterangan tertulis, Kamis (9/12/2021).
Menurut Yandri, pemerintah perlu adil dalam membantu sarana dan prasarana pesantren, baik negeri maupun swasta. Dia mencontohkan Pondok Pesantren Kesantrian Santri Taruna Islam Al-Khairiyah, Cilegon, Banten.
Dia menyebut, Al-Khairiyah merupakan salah satu organisasi massa (ormas) Islam tertua di Indonesia. dia berkunjung ke pondok pesantren tersebut pada Selasa (7/12/2021) lalu. Dia merasa prihatin setelah mengamati sarana dan prasarana yang ada di madrasah.
“Komisi VIII berkunjung ke Al-Khairiyah, salah satu ormas Islam yang lahir sebelum Indonesia merdeka. Banyak sekali yang kita dapatkan kali ini. Salah satunya, sarana prasarana madrasah dari tingkat bawah sampai aliyyah masih banyak yang memprihatinkan,” kata Yandri.
Melihat hal itu, Yandri lalu meminta pemerintah, terkhusus Kementerian Agama dan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan anggaran madrasah dan pondok pesantren.
“Kita minta kepada pemerintah, khususnya Kementerian Agama dan Kementerian keuangan, untuk turut meningkatkan anggaran madrasah dan pondok pesantren,” ucap dia.
(jqf)