home global news

Gus Nadir Dorong NU Lakukan Transformasi Digital

Sabtu, 11 Desember 2021 - 22:34 WIB
Prof Nadirsyah Hosen, Ph.D atau akrab disapa Gus Nadir (foto: nu.or.id)
Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Prof Nadirsyah Hosen (Gus Nadir), mengajak mendorong transformasi digital di tubuh NU dan pondok pesantren. Sebab dunia digital menjadi tren kehidupan umat manusia saat ini.

Jepang, kata dia, sudah mengkampanyekan sosial society 5.0 dalam beraktivitas sehari-hari. Sementara di Indonesia, terkhusus kalangan NU dan pesantren masih banyak yang belum melek dengan teknologi. Bahkan, masih banyak masyarakat yang tak memiliki smartphone sama sekali.

“Kita harus mendorong transformasi digital NU. Jepang sudah mengampanyekan Society 5.0. Sementara di sejumlah pondok pesantren, santri itu masih dilarang bawa HP, karena tentu ada dampak-dampak jelek dari internet yang berlebihan di masa-masa santri,” kata Gus Nadir dalam webinar Menyongsong Abad ke-2 NU, Sabtu (11/12/2021).

Baca Juga: Nadirsyah Hosen, Santri Kampung yang Jadi Profesor di Australia



Hal itu menjadi salah satu masalah yang harus dipecahkan secepat mungkin. Anak-anak yang tidak mondok sudah memiliki akses informasi yang sangat cepat melalui smartphone mereka. Informasi ada dalam satu klik.

“Saat ini, ketika ada anak bertanya kepada orang tuanya, dia akan membandingkan jawaban orang tua dengan pemaparan yang ada di internet. Ini yang terjadi. Problem-nya adalah bukan santri tidak boleh bawa HP, tapi umumnya tidak semua masyarakat Indonesia punya HP smartphone,” ucap Gus Nadir.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
nahdlatul ulama transformasi digital digitalisasi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya