10 Adab Guru dalam Mengajar: Wajib Luruskan Niat dan Penuh Kasih Sayang
Muhajirin
Senin, 13 Desember 2021 - 12:04 WIB
Ilustrasi guru dan murid (foto: langit7.id/istock)
Tak hanya anak didik, guru atau ustadz pun memiliki adab kepada murid atau santri. Adab menjadi pondasi agar ilmu yang diajarkan mendapat keberkahan dari Allah Ta’ala. Ada banyak kitab yang membahas persoalan tersebut.
Salah satu kitab yang membahas hal itu adalah Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim karya Imam Nawawi. Adab guru kepada murid menjadi salah satu poin utama. Mengajar tidak hanya sekadar memberikan ilmu kepada sang murid, tapi ada adab yang harus dijaga.
Adab ini sangat penting, karena pendidikan merupakan salah satu tiang penyangga yang mampu membuat Islam tegak di muka bumi. Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Ali Imran 187:
“Dan ingatlah ketika Allah mengambil sumpah orang-orang yang diberi Al-Kitab bahwa kalian benar-benar akan menjelaskannya kepada manusia dan tidak akan menyembunyikannya.”
Nah, berikut ini 10 adab guru kepada murid menurut Imam Nawawi:
1. Meraih Ridha Allah
Meraih ridha Allah merupakan hal wajib bagi seorang guru. Mengajar tidak boleh dijadikan perantara hanya untuk mendapatkan dunia semata. Seorang guru perlu menghadirkan dalam pikiran bahwa mengajar merupakan ibadah paling utama.
Salah satu kitab yang membahas hal itu adalah Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim karya Imam Nawawi. Adab guru kepada murid menjadi salah satu poin utama. Mengajar tidak hanya sekadar memberikan ilmu kepada sang murid, tapi ada adab yang harus dijaga.
Adab ini sangat penting, karena pendidikan merupakan salah satu tiang penyangga yang mampu membuat Islam tegak di muka bumi. Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Ali Imran 187:
“Dan ingatlah ketika Allah mengambil sumpah orang-orang yang diberi Al-Kitab bahwa kalian benar-benar akan menjelaskannya kepada manusia dan tidak akan menyembunyikannya.”
Nah, berikut ini 10 adab guru kepada murid menurut Imam Nawawi:
1. Meraih Ridha Allah
Meraih ridha Allah merupakan hal wajib bagi seorang guru. Mengajar tidak boleh dijadikan perantara hanya untuk mendapatkan dunia semata. Seorang guru perlu menghadirkan dalam pikiran bahwa mengajar merupakan ibadah paling utama.