home masjid

Perkembangan Alat Dzikir, dari Biji Kurma Sampai Tasbih Digital

Senin, 13 Desember 2021 - 17:15 WIB
Seorang sesepuh muslim berdzikir dengan manik-manik rosario di tangannya. Foto: iStock.
Dzikir merupakan bagian dari amalan ibadah seorang muslim. Kemudahan ibadah dzikir adalah sifatnya yang fleksibel, dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjadikan dzikir sebagai amalan harian dalam setiap waktu dan keadaan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir tanpa batas bilangan.

Namun demikian, adapula dzikir-dzikir tertentu yang telah ditentukan jumlah bilangannya oleh Rasulullah, seperti dzikir 33 kali setelah shalat dari bacaan tasbih, tahmid, takbir, dan dilengkapi satu kali tahlil, sehingga genap 100.

Baca Juga:4 Keutamaan Dzikir, Salah Satunya Gugurkan Dosa-dosa Kecil

Saat ini alat penghitung dzikir disebut dengan tasbih, yakni butiran manik-manik yang dirangkai sedemikian rupa sejumlah bilangan dzikir. Biasanya tasbih dibuat dengan jumlah bilangan 33 butir atau 99 butir.

Dengan berkembangnya teknologi, model tasbih juga mengalami pekembangan dengan munculnya tasbih digital LED. Tasbih digital biasanya berbentuk cincin.

Baca Juga:Pesantren Jadi Tempat Ideal Pembinaan Karakter, Begini Kata Presiden Jokowi
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
dzikir
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya