Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home masjid detail berita

Perkembangan Alat Dzikir, dari Biji Kurma Sampai Tasbih Digital

fajar adhitya Senin, 13 Desember 2021 - 17:15 WIB
Perkembangan Alat Dzikir, dari Biji Kurma Sampai Tasbih Digital
Seorang sesepuh muslim berdzikir dengan manik-manik rosario di tangannya. Foto: iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Dzikir merupakan bagian dari amalan ibadah seorang muslim. Kemudahan ibadah dzikir adalah sifatnya yang fleksibel, dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjadikan dzikir sebagai amalan harian dalam setiap waktu dan keadaan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir tanpa batas bilangan.

Namun demikian, adapula dzikir-dzikir tertentu yang telah ditentukan jumlah bilangannya oleh Rasulullah, seperti dzikir 33 kali setelah shalat dari bacaan tasbih, tahmid, takbir, dan dilengkapi satu kali tahlil, sehingga genap 100.

Baca Juga: 4 Keutamaan Dzikir, Salah Satunya Gugurkan Dosa-dosa Kecil

Saat ini alat penghitung dzikir disebut dengan tasbih, yakni butiran manik-manik yang dirangkai sedemikian rupa sejumlah bilangan dzikir. Biasanya tasbih dibuat dengan jumlah bilangan 33 butir atau 99 butir.

Dengan berkembangnya teknologi, model tasbih juga mengalami pekembangan dengan munculnya tasbih digital LED. Tasbih digital biasanya berbentuk cincin.

Baca Juga: Pesantren Jadi Tempat Ideal Pembinaan Karakter, Begini Kata Presiden Jokowi

Tasbih digital pun ada yang berbentuk daring berupa aplikasi atau website dan dapat diakses melalui ponsel. Tasbih digital dianggap sebagai tasbih modern yang lebih fleksibel dibanding tasbih konvensional seperti seperti biji plastik, tasbih kayu koka, tasbih batu giok, tasbih kayu cendana, dan lain sebagainya.

Penggunaan tasbih atau alat penghitung dzikir menurut pandangan ulama sudah ada sejak era Nabi Muhammad. Kala itu, sahabat menggunakan jari tangan, biji-bijian, dan batu kerikil untuk menghitung dzikir, bahkan ada sahabat yang mengumpulkan sebanyak empat ribu biji kurma untuk menghitung dzikir.

Baca Juga: Hukum Mendoakan Pakai Stiker WhatsApp, Ini Kata Imam Nawawi

Diriwayatkan dari Safiyyah radhiallahuanha ia berkata: Rasulullah saw masuk ke (rumah) saya sedangkan di hadapanku ada 4.000 biji kurma yang kugunakan untuk bertasbih. Lalu beliau bertanya: Wahai Bintu Huyay, apa ini? Aku menjawab: Biji kurma ini kupakai untuk bertasbih. Beliau bersabda: Sungguh aku telah bertasbih lebih banyak daripada (tasbihmu) ini sejak aku beranjak dari sisi kepalamu. Aku berkata: Ajari aku wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Ucapkan: Subhanallahi ‘adada maa khalaqallahu minsyai’. (HR Al Hakim).

Baca Juga: Hilangkan Gangguan Psikologis dengan Teknik Self Healing Berdzikir

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)